Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Kadishub DKI Belum Tahu Dipanggil ke Sidang HRS

Kamis 08 Apr 2021 06:45 WIB

Red: Ratna Puspita

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo

Foto: Republika/Flori Sidebang
Nama Kadishub DKI ada dalam daftar saksi yang disampaikan oleh jaksa penuntut umum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebutkan belum mendapat informasi dirinya akan menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus kerumunan saat pandemi Covid-19 dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab. "Malah belum dapat info," kata Syafrin di Jakarta, Rabu (7/4).

Namun, dia memastikan akan mematuhi dan mengikuti persidangan dan proses hukum jika benar dipanggil sebagai saksi dalam sidang lanjutan Rizieq Shihab 12 April 2021. "Tentu kami akan taat hukum. Prinsipnya kami sebagai warga negara yang baik mengikuti dan taat hukum," kata Syafrin.

Sebelumnya, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur Alex Adam menyebutkan bahwa jaksa penuntut umum (JPU) sudah menyampaikan 10 orang saksi untuk tiga perkara yang sedang dijalani Habib Rizieq. "Tadi disampaikan penuntut umum saksinya 10 orang untuk tiga perkara. Jadi, digabung semua dan hadir di persidangan," kata Alex, Selasa (6/4).

Baca Juga

Dari 10 saksi yang akan dihadirkan, terdapat nama Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo dan mantan wali kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara. Dalam sidang itu pada hari ini, majelis hakim menolak eksepsi atau nota keberatan Habib Rizieq dan tim kuasa hukum atas perkara nomor 221 dan 226.

Perkara 221 terkait kasus kerumunan di Petamburan November 2020 dengan terdakwa Habib Rizieq. Sementara perkara 226 merupakan kasus kerumunan warga di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung, Bogor di bulan dan tahun yang sama.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA