Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Dua Hal yang tak Lagi Perlu Dilakukan untuk Cegah Covid-19

Kamis 08 Apr 2021 01:06 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

 Seorang warga memegang hidung dan radio portabelnya saat dia mencoba menghindari disinfektan yang digunakan. Dalam kondisi normal, membersihkan permukaan dan objek di rumah cukup menggunakan sabun dan deterjen. Gunakan sabun dan deterjen untuk membersihkan area yang sangat sering disentuh secara rutin seperti gagang pintu, meja, pegangan, saklar lampu, dan meja dapur.

Seorang warga memegang hidung dan radio portabelnya saat dia mencoba menghindari disinfektan yang digunakan. Dalam kondisi normal, membersihkan permukaan dan objek di rumah cukup menggunakan sabun dan deterjen. Gunakan sabun dan deterjen untuk membersihkan area yang sangat sering disentuh secara rutin seperti gagang pintu, meja, pegangan, saklar lampu, dan meja dapur.

Foto: AP/Aaron Favila
Penggunaan disinfektan dan pengasapan tak lagi diperlukan untuk cegah penularan Covid

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di masa-masa awal pandemi Covid-19, banyak orang yang mungkin secara rutin melakukan disinfeksi pada setiap sudut rumah mereka demi mencegah penularan. Kebiasaan ini merupakan salah satu upaya yang tak lagi dianjurkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) untuk mencegah penularan Covid-19.

"CDC telah memperbarui panduan mereka dalam pembersihan dan disinfeksi fasilitas di rumah yang merefleksikan sains terkait transmisi," jelas Direktur CDC Dr Rochelle Walensky, seperti dilansir EatThis.

Dr Walensky mengatakan orang-orang bisa terinfeksi virus penyebab Covid-19 melalui kontak dengan permukaan atau objek yang terkontaminasi. Akan tetapi, ada beberapa hal terkait metode pembersihan permukaan dan objek di rumah yang tak perlu lagi dilakukan. Berikut ini adalah dua di antaranya.

Tak Dianjurkan: Penggunaan Disinfektan

Untuk lingkungan rumah, CDC mengungkapkan penggunaan disinfektan untuk membersihkan permukaan dan objek benda tak lagi dibutuhkan. Alasannya, bukti menunjukkan bahwa risiko penularan Covid-19 melalui kontak dengan permukaan atau objek di rumah yang terkontaminasi terbilang rendah.

Baca juga : Polri: Anggota Brimob Meninggal karena Covid, Bukan Vaksin

Pada sebagian besar situasi, CDC mengatakan sabun dan deterjen sudah cukup untuk membersihkan permukaan dan objek benda di rumah. Disinfeksi di area dalam ruangan hanya peru dilakukan bila ruangan tersebut pernah dikunjungi orang yang dicurigai atau sudah terkonfirmasi Covid-19 dalam waktu 24 jam.

Tak Dianjurkan: Fogging

Dalam sebagian besar kasus, fogging, pengasapan di area yang luas, atau penyemprotan elektrostatis tidak direkomendasikan sebagai metode utama disinfeksi. Metode ini juga dinilai memiliki beberapa risiko keamanan yang peru dipertimbangkan.

Selain itu, CDC mengatakan risiko penularan melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi bisa diturunkan dengan menerapkan protokol kesehatan. Misalnya, penggunaan masker secara konsisten dan membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan benar dan sering menggunakan sabun dan air mengalir.

Cara Membersihkan Rumah

Dalam kondisi normal, membersihkan permukaan dan objek di rumah cukup menggunakan sabun dan deterjen. Gunakan sabun dan deterjen untuk membersihkan area yang sangat sering disentuh secara rutin seperti gagang pintu, meja, pegangan, saklar lampu, dan meja dapur.

Lakukan pembersihan secara rutin dan setelah menerima tamu di rumah. Pembersihan juga bisa dilakukan ketika permukaan atau objek tampak kotor atau butuh dibersihkan.

Lakukan pembersihan lebih rutin bila ada orang di rumah yang dicurigai mengalami Covid-19. Dalam kondisi tersebut, selain pembersihan dengan sabun dan deterjen, penggunaan disinfektan juga diperlukan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA