Arab Saudi Larang Buka Puasa dan Sahur di Masjid

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

 Rabu 07 Apr 2021 06:37 WIB

Arab Saudi Larang Buka Puasa dan Sahur di Masjid. Jamaah masjid di Arab Saudi. Foto: Arab News Arab Saudi Larang Buka Puasa dan Sahur di Masjid. Jamaah masjid di Arab Saudi.

Itikaf di masjid juga ditangguhkan.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Menteri Urusan Islam Arab Saudi Syekh Abdullatif al-Sheikh mengumumkan buka puasa dan sahur tidak diizinkan di dalam masjid selama Ramadhan, Selasa (6/4). Langkah tersebut merupakan bagian dari langkah mengurangi penyebaran Covid-19 di bulan suci Ramadhan yang dimulai pekan depan.

Dia mengatakan praktik itikaf yang terdiri dari tinggal di masjid selama beberapa hari juga akan ditangguhkan. Sementara itu, hal lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan sholat tarawih akan diumumkan secepatnya.

Dilansir Arab News, Rabu (7/4), Kepala Kepresidenan untuk Urusan Dua Masjid Suci Sheikh Abdulrahman al-Sudais menyebut kapasitas harian Masjidil Haram di Makkah akan ditingkatkan menjadi 50 ribu sampai 100 ribu jamaah. Keputusan tersebut menyusul pengumuman pada Senin bahwa otoritas akan mengeluarkan izin umroh bagi mereka yang telah menerima vaksin Covid-19 sejak awal Ramadhan.

Baca Juga

Vaksinasi adalah persyaratan untuk memasuki Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Sementara itu, kementerian kesehatan telah mengkonfirmasi 792 kasus baru sehingga total kasus di Saudi menjadi 394.169. Dari total kasus tersebut, 6.686 masih aktif dan 846 dalam kondisi kritis.

Menurut kementerian, jumlah kasus tertinggi tercatat di ibu kota Riyadh 363, Makkah 154, Provinsi Timur 112, Asir 24, dan Qassim 22 kasus. Selain itu, tercatat pula pasien yang pulih sebanyak 467. Total pemulihan di Saudi meningkat menjadi 380.772.

Baca juga : Dokter UEA Sarankan Pasien Covid Bergejala Parah tidak Puasa

Kementerian selalu memperingatkan warga Saudi agar mendaftar untuk vaksinasi dan mematuhi semua prosedur kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19. Pandemi virus corona telah memengaruhi lebih dari 132 juta orang di seluruh dunia dan jumlah kematian mencapai sekitar 2,86 juta. 

https://www.arabnews.com/node/1838711/saudi-arabia

https://www.arabnews.com/node/1838601/saudi-arabia

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X