Wapres: Akhir Tahun, 70 Persen Penduduk Ditargetkan Divaksin

Rep: Novita Intan/ Red: Andri Saubani

 Seorang pria menerima suntikan vaksin COVID-19 saat kampanye vaksinasi COVID-19 massal untuk lansia di Denpasar, Bali, Indonesia, 06 April 2021.
Seorang pria menerima suntikan vaksin COVID-19 saat kampanye vaksinasi COVID-19 massal untuk lansia di Denpasar, Bali, Indonesia, 06 April 2021. | Foto: EPA-EFE/MADE NAGI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menargetkan vaksinasi dapat diberikan kepada 181 juta orang atau 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia pada akhir 2021. Hal ini mengingat tepat satu tahun lebih bangsa Indonesia berjuang mengatasi pandemi Covid-19, sehingga harus mampu memberikan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan fokus besar pemerintah diarahkan untuk penanganan sektor kesehatan. Dengan harapan, bangsa Indonesia dapat keluar dari krisis kesehatan dan ekonomi.

“Akhir tahun dapat diberikan kepada 181 juta orang atau 70 persen penduduk untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.  Oleh karena itu, tantangan yang sekaligus juga menjadi tugas kita bersama, untuk mengajak masyarakat untuk melakukan vaksinasi Covid-19,” ujarnya saat acara Strategi Sektor Kesehatan untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi secara virtual, Selasa (6/4).

Namun, Ma'ruf menyebut pandemi memberikan pelajaran baru bagi masyarakat. Menurut Wapres, pandemi membawa perubahan norma dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari seperti langkah 3M mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak harus tetap diterapkan secara disiplin sebagai upaya memutus rantai penularan virus.

“Saat ini masyarakat global tengah berpacu mengatasi pandemi, dan juga berpacu memproduksi program vaksinasi menjadi game changer, terhadap pemulihan kesehatan dan ekonomi,” ucapnya.

Ma'ruf menyebut saat ini semua negara berusaha mengamankan distribusi dan pasokan, karena ada kekhawatiran negara produsen menahan distribusi vaksin. Indonesia bersama negara-negara lain dan WHO mendukung seruan global untuk membuat perjanjian internasional tentang akses vaksin obat-obatan serta perlengkapan diagnostik untuk mengatasi pandemi secara adil bagi semua masyarakat dunia.

“Kita patut bersyukur upaya diplomasi cepat yang di bukan pemerintah sejak tahun lalu untuk mengamankan pasukan vaksinasi,” ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Spanyol Targetkan Vaksinasi Covid-19 53 Persen Penduduknya

Polisi Tangkap Pencuri Televisi Kamar Pasien Covid-19

Positif Covid-19 di Kaltim Bertambah 197 Orang

Jumlah Kasus Aktif Covid-19 Kembali ke Tiga Bulan Lalu

Dua Warga Pasaman Barat Meninggal Terpapar Covid

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark