Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Kapolri: 23 Orang Ditangkap Terkait Bom Gereja Makassar

Kamis 01 Apr 2021 05:39 WIB

Red: A.Syalaby Ichsan

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat menyambangi kantor Dewan Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP-LDII) di Jakarta, Selasa (9/3). Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi kepada ormas-ormas islam setelah di lantik sebagai Kapolri. Sebelumnya kapolri telah menyambangi PBNU, Muhammadiyah, MUI dan ormas islam lainnya. Republika/Thoudy Badai

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat menyambangi kantor Dewan Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP-LDII) di Jakarta, Selasa (9/3). Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi kepada ormas-ormas islam setelah di lantik sebagai Kapolri. Sebelumnya kapolri telah menyambangi PBNU, Muhammadiyah, MUI dan ormas islam lainnya. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Kapolri memerintahkan Densus 88 untuk mengusut tuntas kasus terorisme tersebut

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Polisi Listyo SPrabowo, mengatakan, polisi telah menangkap 23 orang terduga teroris yang terkait bom bunuh diri di Gereja Katedral Hati Yesus Yang Maha Kudus di Makassar, beberapa waktu lalu.

"Totalnya sudah 23 orang yang diamankan," kata dia, saat jumpa pers di Markas Besar Kepolisian Indonesia, di Jakarta, Rabu (31/3) malam.

Jumpa pers itu digelar beberapa jam setelah ada peristiwa seorang perempuan masuk ke dalam markas besar hamba hukum itu dan mengeluarkan senjata api. Perempuan itu bisa dilumpuhkan polisi hingga tewas.

Kapolri  memperinci para terduga teroris itu ditangkap di Makassar sebanyak 13 orang, salah seorang di antaranya inisila W yang dikatakan merupakan otak perakit bom. Selanjutnya lima orang ditangkap di Jakarta dan lima lainnya ditangkap di Bima, Nusa Tenggara Barat.

"Satu orang atas nama inisial W adalah pelaku otak perakit bom," kata dia.

Jenderal polisi bintang empat itu mengatakan, telah memerintah kepala Detasemen Khusus AntiterorKepolisian Indonesia untuk mendalami dan mengusut tuntas tindak pidana terorisme itu."Ini akan kami kembangkan dan usut tuntas," ujar dia.

Baca juga : Surat Wasiat Wanita yang Serang Mabes Polri Sebut Nama Ahok

Sebelumnya, teror bom bunuh diri dilakukan dua orang terduga teroris di Gereja KathedralHati Yesus Yang Maha Kudus, di Jalan Kajaolalido, Kelurahan Baru, Makassar, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 10.30 WITA, Ahad (28/3).

Mereka --pasangan suami-istri yang baru menikah sekitar enam bulan-- meledakkan bom yang mereka bawa sehingga mereka tewas di tempat kejadian. Pelaku pria berinisial L dan perempuan YSF atau D.Keduanya tergabung dalam kelompok kanjian di Vila Mutiara, Makassar, merupakan anggota kelompok milintan Jamaah Ansharut Daulah yang berafiliasi dengan ISIS

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA