Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Pejabat Qatar Serukan Lockdown Penuh

Rabu 31 Mar 2021 17:01 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Seorang jamaah Qatar pergi setelah melakukan sholat subuh pertama di sebuah masjid setelah dibuka kembali di Doha, Qatar, 15 Juni 2020. Qatar pada 15 Juni membuka kembali masjid setelah tiga bulan penutupan sebagai bagian dari upaya untuk memperlambat penyebaran coronavirus dan COVID- 19 pandemi penyakit

Seorang jamaah Qatar pergi setelah melakukan sholat subuh pertama di sebuah masjid setelah dibuka kembali di Doha, Qatar, 15 Juni 2020. Qatar pada 15 Juni membuka kembali masjid setelah tiga bulan penutupan sebagai bagian dari upaya untuk memperlambat penyebaran coronavirus dan COVID- 19 pandemi penyakit

Foto: EPA/NOUSHAD THEKKAYIL
Qatar terus melaporkan peningkatan kasus Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Seorang pejabat kesehatan Qatar menyerukan lockdown penuh negeri untuk membendung penyebaran virus corona tipe baru atau Covid-19. Hal itu dia tekankan karena negara terus melaporkan peningkatan jumlah infeksi setiap harinya.

Penjabat Ketua Unit Perawatan Intensif Hamad Medical Corporation (HMC), Ahmed al-Mohammed mengatakan, Qatar mencatat puncak dalam jumlah kasus sejak gelombang pertama, termasuk sejumlah besat infeksi yang dilaporkan di antara anak-anak di bawah usia 14.

Baca Juga

"Jumlah kasus di unit perawatan intensif pada Februari adalah 53. Kami sekarang memiliki lebih dari 300 kasus," kata al-Mohammed dalam sebuah wawancara di TV Qatar dilansir Aljazirah, Rabu (31/3). "Lihat lonjakan (dalam jumlah kasus) selama beberapa bulan terakhir. Bahkan selama puncak pandemi tahun lalu, kami tidak memiliki banyak kasus dalam perawatan intensif," ujarnya menambahkan.

Pada Selasa (30/3) waktu setempat, Qatar melaporkan 720 kasus baru dan tiga kematian dengan total harian yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Sejak dimulainya pandemi, Qatar telah melaporkan lebih dari 179 ribu kasus positif, termasuk 289 kematian.

"Lockdown penuh, seperti yang kami lakukan musim panas lalu di mana jalanan kosong dan orang-orang bekerja dari rumah, adalah cara terbaik untuk membendung penyebaran virus," ujar al-Mohammed.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA