Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Pengamat: Larangan Mudik Bangkitkan Destinasi Wisata Lokal

Selasa 30 Mar 2021 15:46 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha

Sejumlah warga berkunjung ke Taman Bunga Celosia di Palembang, Sumatera Selatan, Ahad (28/3). Pengamat Pariwisata, Taufan Rahmadi, menilai, kebijakan larangan mudik pemerintah bisa memberikan dampak positif bagi destinasi wisata lokal.

Sejumlah warga berkunjung ke Taman Bunga Celosia di Palembang, Sumatera Selatan, Ahad (28/3). Pengamat Pariwisata, Taufan Rahmadi, menilai, kebijakan larangan mudik pemerintah bisa memberikan dampak positif bagi destinasi wisata lokal.

Foto: ANTARA/Feny Selly
Larangan mudik jadikan destinasi wisata lokal jadi favorit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Pariwisata, Taufan Rahmadi, menilai, kebijakan larangan mudik pemerintah bisa memberikan dampak positif bagi destinasi wisata lokal. Pasalnya, destinasi tersebut akan menjadi pilihan utama bagi wisatawan lokal memanfaatkan momen libur Lebaran lantaran tak bisa melakukan perjalanan mudik.

"Kita harus melihat juga ada dampak positif dari hal ini karena akan menumbuhkan dan meningkatkan daripada pariwisata lokal yang ada," kata Taufan saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (30/3).

Baca Juga

Ia mengatakan, era pandemi membangi segmentasi wisatawan ke dua pasar. Yakni wisatawan lokal karena berwisata pada daerah yang sama dengan tempat tinggalnya serta wisatawan nusantara yang melakukan pergerakan antarkota maupun provinsi.

Larangan mudik, kata Taufan, secara tidak langsung dapat menjadikan destinasi wisata lokal menjadi favorit bagi wisatawan lokal itu sendiri.

"Oleh karena itu mulailah dengan memperkuat objek-objek wisata lokal dan mengajak berlibur di destinasi yang ada di daerah kita," kata dia.

Taufan menambahkan, kebijakan larangan mudik juga harus dipandang dalam perspektif upaya untuk menekan penyebaran virus corona. Seperti diketahui, pemulihan ekonomi di mana pariwisata termasuk di dalamnya hanya bisa dilakukan jika pandemi Covid-19 bisa teratasi.

Jika tujuan tersebut tercapai, diharapkan mampu memulihkan kembali kepercayaan dan kenyamanan para wisatawan untuk berwisata di Indonesia. "(Kebijakan) ini harus benar-benar ditujukan agar penyebaran Covid-19 di masyarakat bisa diminimalisasi," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA