Selasa 30 Mar 2021 05:58 WIB

Warga Maninjau Renovasi Surau Berusia 100 Tahun

Warga Agam gotong royong perbaikan atau renovasi ‘surau tuo’ atau mushola tua

Rep: Febrian Fachri/ Red: Esthi Maharani
Warga Maninjau, Kabupaten Agam,. Sumatra Barat merenovasi Surau Tuo untuk sambut bulan suci Ramadhan
Foto: dok. Istimewa
Warga Maninjau, Kabupaten Agam,. Sumatra Barat merenovasi Surau Tuo untuk sambut bulan suci Ramadhan

IHRAM.CO.ID, AGAM- Warga Jorong Kukuban, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat menggelar gotong royong perbaikan atau renovasi ‘surau tuo’ atau mushala tua di perkampungan Panji Kubu Gadang. Kegiatan sosial ini dilaksanakan sekaligus dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1442 H yang tinggal beberapa hari lagi.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Edi Yuzuwardi mengatakan, gotong royong ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas permintaan masyarakat sekitar yang menginginkan surau tuo dapat difungsikan kembali. Surau tersebut sebelumnya telah ditinggal penduduk sejak puluhan tahun yang lalu.

“Kampung Panji Kubu Gadang ini dulunya sempat ditinggal penduduk pada tahun 80an. Namun saat ini, masyarakat yang dulunya pernah meninggalkan kampung, kini mulai bermigrasi kembali lantaran ingin memanfaatkan segala potensi yang ada di Panji seperti berkebun dan bertani,” kata Edi Yuzuwardi, Senin (29/3).

Edi menyebut biaya yang dikeluarkan untuk gotong royong renovasi surau tuo hanya menggunakan dana swadaya masyarakat dan para perantau. Bahkan renovasi ini sudah dimulai sejak beberapa waktu belakangan secara bertahap, tergantung ketersediaan dana bantuan yang ada. Beberapa yang sudah dikerjakan seperti pembenahan lantai surau, tempat wudhu, dan MCK.

Nanti setelah renovasi surau tuo selesai, bangunan ini akan difungsikan kembali sebagai tempat ibadah. Termasuk akan digunakan untuk sholat tarawih di bulan Ramadhan dan sholat Idul Fitri.

Dia menambahkan, bangunan surau yang berdinding papan dan berukuran 10 × 10 meter ini telah berusia lebih 100 tahun. Bahkan surau ini menjadi salah satu surau tertua di Nagari Maninjau. Di samping itu, surau ini berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat Pemerintahan Nagari Maninjau. Atau persisnya berjarak 2 kilometer dari Pondok Pesantren Prof Dr Buya Hamka yang terletak di kawasan perbukitan.

"“Dari belasan rumah yang ada disini, hanya baru tiga unit saja yang dihuni oleh pemiliknya. Kita berharap semua penduduk yang pernah bermukim disini agar dapat kembali lagi. Termasuk menggarap segala potensi yang ada disini,” ucap Edi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement