Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Jokowi Minta Kepala Daerah Awasi Perkembangan Covid-19

Jumat 26 Mar 2021 15:54 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Esthi Maharani

Presiden Joko Widodo (tengah)

Presiden Joko Widodo (tengah)

Foto: Antara/Fikri Yusuf
Presiden menginstruksikan agar daerah tak lengah terhadap laju penambahan kasus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para bupati di seluruh daerah di Indonesia agar mengawasi perkembangan penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Selain itu, Presiden juga menginstruksikan agar daerah tak lengah dan meningkatkan kewaspadaan terhadap laju penambahan kasus meskipun saat ini mulai menunjukan penurunan.

Hal ini disampaikan Jokowi saat meresmikan pembukaan musyawarah nasional V Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (26/3).

“Sekali lagi jangan lengah. Lakukan testing, tracing, dan treatment, tes, lacak kemudian diisolasi dirawat, jangan sampai lepas dari ini,” kata Jokowi.

Ia juga meminta agar kepala daerah terus mendorong wilayahnya yang masih masuk dalam zona merah ataupun oranye untuk berpindah ke zona yang lebih baik. Jokowi mengatakan, penanganan pandemi juga berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi baik di daerah maupun secara nasional.

Upaya untuk mengendalikan laju penambahan kasus sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pun tidaklah mudah. Karena itu, ia mengingatkan agar kepala daerah terus mengawasi laju penambahan kasus sebagai dasar pertimbangan untuk menetapkan keputusan.

“Begitu dilonggarkan di sebuah sektor, kita kan kadang ngintip terus, ini Covid-nya naik ndak. Begitu naik stop. Para bupati juga harus seperti itu, lihat dibuka sekolah tatap muka terbatas, tapi cek betul ada kasus harian naik atau tidak. Begitu naik, hati-hati harus ada policy harus ada kebijakan yang tepat,” jelas Jokowi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA