Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Prof Mu’ti: Tauhid Pondasi Utama Kehidupan

Jumat 26 Mar 2021 14:34 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil

Prof Mu’ti: Tauhid Pondasi Utama Kehidupan. Foto:   Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti

Prof Mu’ti: Tauhid Pondasi Utama Kehidupan. Foto: Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti

Foto: darmawan / republika
Ajaran Islam mengandung nilai-nilai kemajuan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’ti mengatakan, Islam adalah agama yang sempurna, agama kemajuan, agama yang apabila seluruh ajarannya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya akan mengantarakan umat islam meraih keselamatan, kesuksesan, kesejahteraan, kemenangan dan kejayaan.

Menurut dia, ajaran Islam mengandung nilai-nilai kemajuan yang jika diaktualisasikan akan membentuk muslim menjadi pribadi yang utama dan hidup dalam kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat.

Baca Juga

Dia menjelaskan, setidaknya ada tiga nilai dan prinsip yang akan membawa umat Islam kepada kemajuan dan kejayaan. Salah satunya adalah tauhid yang murni, di mana umat Islam hanya menyembah dan beribadah kepada Allah Swt, dan tidak menyekutukan dengan apapun dan siapapun, baik dalam dzat, sifat, dan perbuatannya.

“Tauhid adalah pondasi utama kehidupan dan risalah Islam universal yang dibawa oleh semua rasul Allah, mulai dari Nabi Adam sampai Muhammad Saw,” ujar Prof Mu’ti saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jum’at (26/3).

Menurut dia, tauhid yang murni juga mengandung nilai kesamaan antar manusia dan kemanusiaan. Dengan bertauhid, kata dia, manusia senantiasa memiliki harapan, stamina, dan daya juang yang tinggi untuk hidup lebih baik dan penuh makna.

“Iman kepada Allah Swt akan memberikan energi, rasa percaya diri dan inspirasi bagi manusia, sehingga tidak menyerah apalagi putus asa dalam meraih cita dan tujuan hidup yang mulia,” kata Guru Besar Ilmu Pendidikan Agama Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

“Optimisme, percaya diri dan ikhtiar tiada henti adalah kunci kemajuan dan terus berprestasi,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, Islam telah mengajarkan kepada manusia bahwa kemuliaan hidup tidak ditentukan oleh nasab atau silsilah keluarga semata, dan tidak ditentukan oleh suku atau etnis, melainkan ditentukan oleh iman dan takwa.

Allah Swt berfirman di dalam surat Al Hujarat ayat 13:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA