Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Cari Islam Atasi Caci-Maki dan Hujat-Menghujat

Jumat 26 Mar 2021 05:55 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Islam melalui Alquran dan sunnah meletakkan larangan caci maki. Bersalaman (ilustrasi).

Islam melalui Alquran dan sunnah meletakkan larangan caci maki. Bersalaman (ilustrasi).

Foto: Republika/Musiron
Islam melalui Alquran dan sunnah meletakkan larangan caci maki

REPUBLIKA.CO.ID, Cara Islam Atasi Caci Maki dan Hujatan (untuk Romo)

JAKARTA – Manusia diciptakan Allah SWT dengan berbeda-beda ras, suku dan etnis. Perbedaan ini merupakan suatu hukum universal yang ditanamkan Tuhan di dalam jiwa makhluk ciptaannya. 

Allah bisa saja menjadikan manusia sebagai umat yang satu, tetapi pasti mereka akan selalu berselisih pendapat. Allah SWT berfirman,

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ إِلَّا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ

Artinya: “Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka.” (QS Hud: 118-119).

Dengan adanya perbedaan tersebut, manusia terkadang saling mencaci dan menghujat. Karena itu, Islam telah mengajarkan batas-batas bagi para pemeluknya untuk tidak mencaci dan menghujat manusia lainnya. Allah SWT berfirman:

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya: “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS Al-An’am: 108). Dalam ayat tersebut, umat Islam dilarang untuk menghina berhala dan kepercayaan orang-orang musyrik. Artinya, umat Islam tidak boleh menghina kepercayaan orang lain. Prinsip luhur yang dinyatakan ayat tersebut bertujuan agar nama Allah dan Islam tidak tersentuh ucapan orang-orang yang suka mencaci.

Islam  telah mengajarkan cara untuk mengatasi caci maki dan hujatan. Seperti dikutip dari //Islamweb//,  di antaranya umat Islam harus menghindar dari jalan yang dapat mengarah pada terbukanya pintu kebodohan dan kebencian. Di dalam Alquran secara eksplisit juga mendorong agar berpaling dari orang-oran yang bodoh, dan mengambil jalan damai.

Kemudian, umat Islam juga harus menaruh rasa hormat pada orang lain dan tidak membuat mereka marah. Karena, tujuan tertinggi Islam adalah untuk menyelamatkan mereka dari kesesatan, bukan untuk memperburuk hati mereka dan memprovokasi mereka.

Selain ayat di atas, jug ada sebuah hadits yang melarang untuk saling mencaci maki. Dari Abdullah Ibn Amr Ibn al-'Ash ra, Rasulullah SAW bersabda:

إن من أكبر الكبائر أن يلعن الرجل والديه، قيل يا رسول الله: كيف ذلك؟ قال: يلعن أبا الرجل فيلعن أباه ويلعن أمه فيلعن أمه

Artinya: “ Termasuk dosa besar adalah mencaci kedua orang tuanya sendiri. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, adakah seorang yang mencaci kedua orang tuanya sendiri? Beliau menjawab: Ya, yaitu apabila seseorang mencaci ayah seseorang, lalu orang orang itu mencaci ayahnya. Atau seseorang itu mencaci ibu orang lain, lalu orang itu mencaci ibunya.” (HR Ahmad dan Bukhari).

 

Sumber: islam web 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA