Thursday, 22 Rabiul Awwal 1443 / 28 October 2021

Thursday, 22 Rabiul Awwal 1443 / 28 October 2021

Kirab Obor Olimpiade Tokyo Mulai Digelar

Kamis 25 Mar 2021 13:23 WIB

Red: Endro Yuwanto

Presiden Tokyo 2020 Seiko Hashimoto, kiri, menyaksikan aktris Jepang Satomi Ishihara dan Paralympian Aki Taguchi menyalakan kuali perayaan pada hari pertama estafet obor Olimpiade Tokyo 2020 di Naraha, prefektur Fukushima, timur laut Jepang, Kamis (25/3).

Presiden Tokyo 2020 Seiko Hashimoto, kiri, menyaksikan aktris Jepang Satomi Ishihara dan Paralympian Aki Taguchi menyalakan kuali perayaan pada hari pertama estafet obor Olimpiade Tokyo 2020 di Naraha, prefektur Fukushima, timur laut Jepang, Kamis (25/3).

Foto: AP/Kim Kyung-Hoon/POOL Reuters
Upacara pembukaan kirab obor berlangsung di J-Village tanpa dihadiri penonton.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kirab obor untuk Olimpiade Tokyo dimulai dari prefektur timur laut Jepang, Fukushima, sebagai pembuka sebelum olimpiade digelar pada akhir Juli, di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap pandemi Covid-19. Kantor berita Kyodo melaporkan pada Kamis (25/3), upacara pembukaan kirab obor yang berlangsung di pusat pelatihan sepak bola J-Village diadakan tanpa penonton.

Upacara pembukaan hanya dihadiri oleh sejumlah orang sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona, yang membuat Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo diundur satu tahun. Sekitar 10 ribu pembawa obor akan melewati 859 kota di 47 prefektur Jepang dalam 121 hari, mencakup sejumlah lokasi terkenal, termasuk Gunung Fuji.

Kirab obor akan menjadi kesempatan penting bagi panitia penyelenggara untuk meyakinkan orang-orang di Jepang bahwa panitia mampu menyelenggarakan pertandingan dengan aman. Event ini diperkirakan akan melibatkan lebih dari 15.000 atlet, meskipun dalam kondisi pandemi.

"Api terus menyala dengan tenang, tetapi dengan kuat bahkan saat dunia menghadapi masa-masa sulit selama setahun terakhir," ujar presiden panitia penyelenggara, Seiko Hashimoto, dalam upacara tersebut. "Api akan memulai perjalanan 121 hari dan akan membawa harapan bagi rakyat Jepang dan perdamaian dari orang-orang di seluruh dunia."

Panitia mengatakan, kirab bisa saja ditangguhkan, atau beberapa rute program mungkin dilewati, jika terlalu banyak orang berkumpul di pinggir jalan. Penonton didorong untuk beralih ke siaran langsung online dan menahan diri untuk tidak bepergian ke luar prefektur rumah mereka untuk menonton estafet tersebut.

Penonton harus memakai masker dan juga diminta untuk bertepuk tangan daripada bersorak. Para pelari, yang masing-masing akan membawa obor bermotif bunga sakura dengan jarak sekitar 200 meter, diharuskan mencatat informasi kesehatan mereka dan diminta untuk tidak makan bersama orang lain.

Kirab obor Olimpiade dimulai di Fukushima dalam upaya untuk menunjukkan kemajuan yang telah dicapai Jepang dengan rekonstruksi wilayah timur laut yang dirusak oleh gempa bumi, tsunami, dan bencana nuklir pada Maret 2011.

Anggota tim sepak bola putri Jepang Nadeshiko yang memenangkan Piala Dunia Wanita 2011 adalah pelari pertama estafet yang dimulai dari kompleks olahraga J-Village, yang berfungsi sebagai pangkalan garis depan dalam pertempuran melawan krisis nuklir di pembangkit listrik Fukushima Daiichi. Obor berbobot 1,2 kilogram itu sebagian dibuat dari aluminium daur ulang yang digunakan untuk membangun rumah setelah bencana gempa bumi besar terjadi di wilayah tersebut.

Setelah api olimpiade tiba dari Yunani tahun lalu, api itu dipamerkan di seluruh negeri, termasuk di Museum Olimpiade Jepang di Tokyo, yang menarik perhatian lebih dari 12 ribu orang dalam dua bulan.

Kirab obor olimpiade juga diharapkan melibatkan selebritas dan atlet sebagai pelari. Banyak yang memutuskan untuk melewatkan acara tersebut pada menit terakhir, dengan alasan jadwal yang bertabrakan dan kekhawatiran bahwa partisipasi mereka dapat menarik banyak orang.

Meskipun Olimpiade telah diundur selama satu tahun, dunia masih jauh dari pengendalian virus corona, dengan munculnya varian baru menambah ketidakpastian untuk kembali ke aktivitas sosial secara normal.

Banyak orang di Jepang telah menyuarakan keraguan, apakah olimpiade dapat diselenggarakan dengan aman hanya dalam persiapan terakhir selama waktu empat bulan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA