Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Orang-Orang yang 'Tidak Boleh' Minum Kopi

Kamis 25 Mar 2021 06:35 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Nora Azizah

Kopi bisa membawa efek samping negatif bagi sebagian orang.

Kopi bisa membawa efek samping negatif bagi sebagian orang.

Foto: www.freepik.com
Kopi bisa membawa efek samping negatif bagi sebagian orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kopi mungkin bisa didefinisikan sebagai minuman kesehatan. Kopi telah ditemukan untuk mengurangi risiko kanker prostat, mengurangi risiko gagal jantung, dan bahkan menurunkan risiko gangguan pendengaran. Meminum dark roast bahkan dapat membantu menurunkan berat badan.

Tetapi bagi orang-orang tertentu, kopi sebenarnya memiliki efek samping yang lebih negatif daripada membawa dampak positif.  Berikut beberapa daftar orang yang sebaiknya tidak minum kopi, dilansir laman Eat This, Rabu (24/3).

1. Orang dengan diare
"Kafein dapat meningkatkan keteraturan usus, termasuk meningkatkan kemungkinan diare (gejala utama sindrom iritasi usus besar)," kata ahli gizi ahli gizi terdaftar yang berbasis di Seattle dan Juru Bicara Media Nasional untuk Akademi Nutrisi & Dietetika Angel Planells MS, RDN. Jadi jika Anda mengidap IBS, dianjurkan untuk membatasi atau menghindari minuman berkafein.

2. Orang dengan glaukoma
"Tekanan intraokular meningkat bagi mereka yang menderita glaukoma saat mengkonsumsi kopi [menurut penelitian terbaru], jadi dianjurkan untuk membatasi dan menghindari asupan, tetapi diperlukan lebih banyak penelitian," kata Planells.

3. Orang dengan kantong kencing yang terlalu aktif
"Kita semua tahu yang terbaik adalah menghindari secangkir besar kopi sebelum perjalanan jauh, terutama jika istirahat di kamar kecil dibatasi. Asupan kafein dapat meningkatkan frekuensi dan urgensi buang air kecil," kata ahli diet terdaftar untuk MyNetDiary, Sue Heikkinen, MS, RD.

4. Orang dengan jantung bermasalah seperti arrhythmias
"Karena kafein dari kopi dapat menyebabkan peningkatan sementara pada tekanan darah dan detak jantung, penting bagi siapa pun dengan kondisi jantung yang sudah ada sebelumnya untuk berbicara dengan penyedia layanan kesehatan mereka tentang apakah atau  berapa banyak kopi yang aman dikonsumsi," kata ahli diet terdaftar dan Lose It!  konsultan nutrisi, Kelli McGrane MS,  RDm

Baca juga : Studi: Sel Otak Tetap Hidup Beberapa Jam Setelah Kematian

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA