Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Netanyahu Klaim Menang Pemilu Israel

Rabu 24 Mar 2021 11:06 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah

 Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan pernyataan kepada anggota media saat istrinya Sara berdiri di sampingnya setelah mereka memberikan suara mereka dalam pemilihan umum Israel di sebuah tempat pemungutan suara di Yerusalem, 23 Maret 2021.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan pernyataan kepada anggota media saat istrinya Sara berdiri di sampingnya setelah mereka memberikan suara mereka dalam pemilihan umum Israel di sebuah tempat pemungutan suara di Yerusalem, 23 Maret 2021.

Foto: EPA-EFE/RONEN ZVULUN
Netanyahu disebut meraih sekitar 30 kursi.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyatakan menang dalam pemilu, meski belum ada hasil yang terkonfirmasi. Jika benar Netanyahu menang, ia akan membentuk pemerintahan ketujuh kalinya.

Laporan Thejerusalempost, sebanyak dua dari tiga jajak pendapat menunjukkan bahwa blok Likud, Shas, United Torah Yudaism (UTJ), dan Partai Zionis Religius menerima cukup dukungan bersama dengan Partai Yamina milik Naftali Bennett.

Baca Juga

Netanyahu menyatakan di Twitter bahwa dia telah memenangkan kemenangan besar. Dia menelepon Naftali Bennett yang mengatakan kepadanya bahwa sedang menunggu hasil akhir.

Likud yang digawangi oleh Netanyahu memenangkan 31 kursi menurut jajak pendapat KAN, 30 kursi di Channel 12, dan 31 di Channel 13. Shas memenangkan 9 kursi di KAN dan Channel 12 serta 9 kursi di Channel 13.

Sementara, UTJ memenangkan 6 di Channel 12 dan 7 di Channel 13 dan KAN. Partai Zionis Religius memenangkan 7 kursi di Channel 12 dan KAN dengan Channel 13 memberinya 6 kursi. Yamina memenangkan 7 di Channel 12, KAN dan Channel 13.

Sumber di partai Likud mengatakan, Netanyahu akan mencoba membentuk pemerintahan secepat mungkin. Netanyahu juga memanggil para pemimpin lain di kamp politiknya dan meminta mereka untuk bergabung dengan pemerintah sayap kanan yang kuat.

Sedangkan, Bennett mengatakan, tidak akan berada di sisi Netanyahu dan bergabung dengan pemerintahannya bukanlah kesimpulan yang pasti.

Tingkat partisipasi pemilih hanya 67,2 persen, turun 4,3 persen sejak pemilu Maret lalu. Pada kesempatan itu, warga Israel yang memberikan suara mencapai 71,5 persen dan terendah dari empat pemilu dalam dua tahun terakhir.

Sementara oposisi, pemimpin Yesh Atid, meraih 18 kursi menurut Channel 12 dan KAN, sedangkan menurut Channel 13 mendapatkan 17 kursi. Meski cukup mengumpulkan suara, blok anti-Netanyahu gagal memenangkan mayoritas. Yair Lapid sebagai pemimpin Yesh Atid berbicara dengan pemimpin Meretz Nitzan Horovitz dan setuju untuk bekerja demi kebaikan negara.

New Hope Party milik Gideon Sa'ar memenangkan 6 kursi menurut Channel 12 dan KAN serta 6 kursi menurut Channel 13. Dalam pidatonya di depan para aktivis partainya, Sa'ar meremehkan kekalahannya dan meminta menunggu hasil akhir.

Dia bersumpah untuk tidak memasuki pemerintahan yang dipimpin Netanyahu, meskipun pejabat Likud mengatakan mereka akan mencoba merayu  New Hope Party.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA