Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Saran untuk Pengusaha Selama Ramadhan

Senin 22 Mar 2021 19:56 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

Saran untuk Pengusaha Selama Ramadhan. Foto:   Ilustrasi Ramadhan

Saran untuk Pengusaha Selama Ramadhan. Foto: Ilustrasi Ramadhan

Foto: Reuters/Nikola Solic
Pengusaha disarankan meringankan beban pekerja saat Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Syekh Maulana Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi Rah.a mengatakan, baginda Nabi Muhammad SAW menyarankan agar para majikan (pengusaha) dapat meringankan beban kerja kepada para pekerjanya selama bulan Ramadan. Bagi orang Muslim pada bulan Ramdhan mereka wajib berpuasa jika ingin mencapai derajat orang-orang yang bertakwa. 

"Banyaknya beban pekerjaan yang diberikan kepada mereka akan menyulitkan puasa mereka. Apabila pekerjaan terlalu banyak, Mengapa tidak menambah jumlah pekerja?"

Baca Juga

Hal tersebut hanya berlaku bila para pekerja berpuasa. Sedangkan jika para pekerja tidak berpuasa, maka tidak ada perbedaan baginya antara bulan Ramadhan dan bulan lain. 

Menurut Syekh Maulana, merupakan suatu kezaliman dan sangat tidak punya malu kalau majikan majikan sendiri tidak berpuasa, lalu tanpa rasa malu ia membebani tugas yang berat kepada mereka para pekerjanya yang sedang berpuasa.

"Bahkan jika pekerjaan menjadi terbengkalai karena puasa dan salat maka para majikan itu memarahi mereka," katanya.

Allah SWT mengeluarkan ancaman bagi orang-orang yang berbuata zalim. Dalam surah asy-Syura ayat 227 Allah SWT berfirman. "Dan orang-orang yang berbuat zalim akan mengetahui kemanakah tempat mereka akan kembali yaitu neraka jahanam."

Kemudian Baginda Nabi SAW memerintahkan agar kita memperbanyak amalan pada Bulan Ramadhan. Di antaranya memperbanyak bacaan kalimat thayyibah dan istighfar.

Kalimat thayyibah merupakan zikir yang paling utama. Dalam kitab Misykat Sayyidina Abu Saad Al-Khudri meriwayatkan. Suatu ketika nabi Musa as memohon kepada Allah SWT.

 "Ya Allah berilah aku suatu kalimat yang dengannya aku dapat mengingatmu dan berdoa kepadamu." 

Lalu Allah SWT memerintahkannya agar mengucapkan kalimat "Laa Ilaha Illallah tiada Tuhan selain Allah" 

Nabi Musa as berkata. " Ya Allah, kalimat ini telah dibaca oleh semua hamba-Mu. Aku menginginkan kalimah yang khusus. "Allah SWT berfirman. 

"Hai Musa, apabila tujuh lapis langit serta penduduknya malaikat dan tujuh lapis bumi beserta isinya diletakkan di atas satu sisi Timbangan dan kalimat thayyibah diletakkan di atas sisi timbangan yang lain, maka kalimat ini akan lebih berat."

Tentang memperbanyak istighfar sebuah hadis menyebutkab. "Barangsiapa beristighfar sebanyak-banyaknya, maka Allah SWT akan membukakan jalan keluar untuknya dari semua kesulitannya dan akan membebaskannya dari segala duka cita. Ia akan memperoleh rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka."

Dalam riwayat lain Baginda Nabi SAW bersabda setiap manusia berbuat dosa dan sebaik-baik manusia yang berdosa ialah yang selalu bertaubat."

Dalam sebuah hadits disebutkan, "jika seseorang berbuat dosa, sebuah titik hitam akan melekat di hatinya. Jika ia bertaubat, titik hitam itu akan hilang. Jika tidak bertaubat, titik hitam itu akan melekat di sana." Setelah itu, Baginda Nabi SAW menasihati kita agar mohon dimasukkan ke surga dalam dan diselamatkan dari neraka jahanam.

 

 

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA