Sabtu 20 Mar 2021 11:16 WIB

Petani Rorotan Apresiasi Ide ATM Beras Cilincing

ATM Beras baru dapat melayani 50 orang yang dipilih tiga orang dari tiap RT.

Warga menggunakan ATM beras
Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
Warga menggunakan ATM beras

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara mengapresiasi ide warga RW 02 Kelurahan Cilincing Kecamatan Cilincing menggagas program ketahanan pangan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Beras pada Jumat (19/3).

Pengurus Gapoktan Rorotan Sirojudin Abas mengatakan ide menjembatani ATM Beras tersebut dengan petani sangat baik agar menambah jalur distribusi hasil lahan yang digarap para petani di Kelurahan Rorotan yang diperkirakan akan panen pada April nanti.

"April nanti, lebih kurang satu hektare lahan padi kami panen, kami menyambut baik apabila nanti Pemerintah Kota Jakarta Utara melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) mau menjembatani kami dengan warga yang menggagas ATM Beras Cilincing," kata Abas saat ditemui di Rorotan, Jakarta Utara, Jumat.

Abas mengatakan lahan di Rorotan seluas kurang lebih 319 hektare memang memiliki waktu panen yang berbeda di setiap petak lahannya. Waktu panen berbeda tersebut disebabkan para petani di Rorotan yang masih menggunakan sistem pertanian tadah hujan sehingga sangat bergantung dengan iklim dan kontur tanah.

Kendati demikian, dari satu hektare lahan yang nanti dipanen April, sudah bisa menghasilkan sekitar 6,5 ton gabah siap giling. Dengan potensi tersebut, ia pun optimistis dapat menyokong perjalanan program ATM Beras yang digagas warga RW 02 Cilincing, Jakarta Utara.

"Kami juga merasa ide ATM Beras itu luar biasa baik. Kami mendukung inisiatif tersebut," kata Abas.

Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Utara Unang Rustanto menginginkan stok beras untuk program ketahanan pangan mandiri di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Beras dipasok dari petani binaan di Cilincing.

Unang mengatakan keinginan tersebut didukung fakta bahwa Kecamatan Cilincing merupakan sentra produsen beras yang ada di Jakarta Utara. "Di Cilincing, luas lahan sawah itu 344 hektare. Produksinya rata-rata sekitar 6,5 ton per hektare. Varietasnya antara lain Ciherang, Impari 30, Situ Bagendit. Ada di dua kelurahan, yaitu di Rorotan dan Marunda," kata Unang.

Unang mengatakan lahan sawah yang paling dekat dari Cilincing ada di Kelurahan Marunda yang luasnya 25 hektare. Selebihnya, ada di Rorotan. "Harapan kami, beras yang diproduksi dari binaan kita, kualitasnya bisa terjamin. Tidak pakai pemutih, kemudian harganya juga Insya Allah bisa kami negosiasikan sehingga terjadi kesepakatan saling menguntungkan antara masyarakat dan petani," kata Unang.

Adapun ide mengadakan ATM Beras merupakan hasil musyawarah pengurus RW 02 Cilincing, Jakarta Utara untuk menciptakan program ketahanan pangan di wilayahnya.

Tujuannya, untuk membantu meringankan beban yang timbul akibat virus SARS-COV-2. Adapun sasaran perdana program pembagian beras tersebut adalah para warga lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun kategori kurang mampu.

Anggaran program tersebut berasal dari urunan swadaya para pengurus RW, yang terdiri dari 15 Ketua RT, Juru Pemantau Jentik (Jumantik), dan kader Dasawisma di RW 02 Kelurahan Cilincing.

"Program ini ide inisiatif pengurus RW 02 dalam pemenuhan kebutuhan pangan akibat pandemi COVID-19 bagi warga kurang mampu dan terkena dampak pandemi," kata Lurah Cilincing Sugiman di Jalan Cilincing Baru, Jakarta Utara, Senin (15/3).

Saat ini, ATM Beras baru dapat melayani 50 orang yang masing-masing dipilih tiga orang dari tiap RT. Nantinya orang-orang terpilih tersebut dapat mengambil beras dua kali per bulan dengan setiap pengambilan mendapatkan tiga kilogram beras.

"Sementara, kami baru memiliki satu (mesin) ATM. Dengan peluncuran hari ini, kami berharap dapat menarik sekaligus membuka hati para donatur lain untuk membantu tumbuh kembang dan kelanjutannya. Tujuannya agar semakin banyak ATM Beras yang dimiliki, tentunya akan semakin banyak lagi warga penerima manfaat," kata Sugiman.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement