Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Fakta-Fakta Ekuinoks, Fenomena Astronomi Hari Ini

Sabtu 20 Mar 2021 05:38 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Dwi Murdaningsih

Ekuinoks

Ekuinoks

Foto: majalah1000guru.net
Puncak equinoks terjadi pada 20 Maret diperkirakan pukul 16.37 WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada Sabtu (20/3) akan terjadi fenomena ekuinoks. Dikutip unggahan Instragram Bosscha Observatory, equinoks berasal dari bahasa Latin, aequus berarti sama dan nox atau noctis berarti malam. Puncak equinoks terjadi pada 20 Maret diperkirakan pukul 16.37 WIB.

Dari laman LAPAN, bagi pegamat yang berada di garis khatulistiwa, matahari akan tepat berada di atas kepala ketika tengah hari. Ketika terjadi ekuinoks, matahari akan terbit nyaris tepat di arah timur dan tenggelam nyaris tepat di arah barat.

Baca Juga

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin mengatakan equinoks adalah peristiwa saat posisi matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa atau ekuator. Artinya, equinoks membelah bumi dalam belahan yang sama di bagian utara dan selatan.

“Posisi matahari berada di atas ekuator setiap tanggal 21 Maret (tahun ini pada 20 Maret) dan 23 September, ini terjadi dua kali setiap tahun,” kata Thomas kepada Republika.co.id, Rabu (17/3).

Saat equinoks, kemiringan bumi mencapai 23,5 derajat yang menyebabkan matahari tampak bergerak dari utara kemudian melewati ekuatur lalu ke selatan dan kembali lagi ke utara. Pada 22 Desember lalu, matahari berada pada titik paling selatan. Ini menyebabkan, musim panas di belahan bumi selatan dan musim dingin di belahan bumi utara. Selanjutnya, pada 21 Maret, matahari tampak berada di atas garis khatulistiwa.

Jadi, titik matahari terbit di titik timur dan terbenam tepat di titik barat. Ketika equinoks terjadi, kota yang dilewati garis khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat, matahari tepat berada di atas kepala sehingga disebut sebagai Hari Tanpa Bayangan. Kemudian, saat matahari bergerak ke utara dan paling utara, ini merupakan awal musim panas di belahan bumi utara pada 22 Juni.

“Tanggal 22 Juni itu, matahari berada di paling utara dan ini awal musim panas di belahan bumi utara dan awal musim dingin di bagian selatan. Lalu, matahari bergerak lagi ke arah ekuator dan tanggal 23 September, matahari berada di atas ekuator itu yang disebut sebagai peristiwa equinoks,” ujar dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA