Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Kemenag Dukung Gerakan Nasional Pendewasaan Usia Perkawinan

Kamis 18 Mar 2021 20:02 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil

Kemenag Dukung Gerakan Nasional Pendewasaan Usia Perkawinan. Foto: Ilustrasi Pernikahan Dini

Kemenag Dukung Gerakan Nasional Pendewasaan Usia Perkawinan. Foto: Ilustrasi Pernikahan Dini

Foto: Republika/ Wihdan
Gerakan nasional pendewasaan usia perkawinan didukung Kemenag.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mendukung gerakan nasional pendewasaan usia perkawinan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang dideklarasikan Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (PRK MUI) dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) di Jakarta pada Kamis (18/4). Menurut Yaqut pendewasaan usia perkawinan dan pencegahan usia perkawinan anak merupakan program yang tepat untuk memberi jeda kepada calon pengantin sehingga mereka dapat mempersiapkan diri baik secara fisik mental emosional pendidikan bahkan finansial.

Selain itu program pendewasaan usia perkawinan menurutnya juga dapat mengatur laju pertumbuhan penduduk. Untuk itu menurutnya perlu dilakukan berbagai upaya untuk mencegah perkawinan anak yang angkanya tergolong tinggi di Indonesia.

"Dampak yang ditimbulkan dari perkawinan anak sangat beragam mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, instabilitas keluarga, kesehatan bahkan subordinasi perempuan. Oleh karena itu pemerintah termasuk Kementerian Agama akan selalu mendukung program-program yang secara khusus bertujuan untuk menuntaskan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan perkawinan anak tersebut," kata Yaqut.

Ia berpendapat salah satu faktor yang menentukan lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas adalah keluarga yang stabil, keluarga yang siap mendidik, mengayomi, membimbing generasi-generasi penerus bangsa, menjadi generasi yang berprinsip, bermoral serta generasi yang mencintai agama dan bangsanya.

Karena itu menurutnya langkah yang harus dilakukan yaitu menekan angka perkawinan anak dan menumbuhkan kesadaran akan dampak negatif dari perkawinan anak.

"Kemenag melalui KUA telah memprakarsai program bimbingan perkawinan yang kita kenal BINWIN yang tujuannya adalah untuk memberikan bekal yang cukup bagi para calon pengantin dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Ini adalah dukungan Kemenag dalam menyelesaikan masalah-masalah terkait perkawinan salah satunya berkaitan dengan perkawinan anak," katanya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA