Panja BPIH Buat Dua Skenario

Dua skenario disiapkan Panja BPIH.

Ahad , 14 Mar 2021, 21:17 WIB
Panja BPIH Buat Dua Skenario. Foto: Ilustrasi Jamaah haji dan umroh pakai masker di masa pandemi covid-19
Foto: Republika
Panja BPIH Buat Dua Skenario. Foto: Ilustrasi Jamaah haji dan umroh pakai masker di masa pandemi covid-19

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH) membuat dua skenario terkait biaya penyelenggara haji 2021. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Tubagus Ace Hasan Syadzily.

"Pertama, panja pemerintah dan DPR komisi VIII kami tentu yang pasti tergantung dari kebijakan pemerintah Saudi soal kepastian haji. Namun kita telah membuat skenario soal kemungkinan penyelanggaran ibadah haji. Panja BPIH membuat dua hal skenario," kata Ace pada Ahad (14/3).

Dia melanjutkan, skenario pertama, yakni jika penyelenggaran haji dibuat secara penuh, maka mereka membuat rancangan anggaran ke depan. Kedua, jika kuota yang diberlakukan hanya setengah dari jumlah jamaah seharusnya.

Baca Juga

"(Jumlah) anggarannya masih kita bahas, karena ada komponen-komponen baru karena penyelenggaraan di tengah pandemi, masker, vaksin juga sudah jelas diberlakukan," ucap Ace.

Ace mengatakan, nanti juga akan diadakan rapat kembali dengan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin terkait vaksinasi jamaah haji. Dia mengatakan, pemerintah Saudi telah menyatakan bahwa calon jamaah haji 2021 harus melakukan vaksinasi.

Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Eka Jusuf Singka mengatakan, vaksinasi calon jamaah haji tengah berlangsung khususnya bagi lansia.

"Vaksinasi calon jamaah haji yang lansia sedang berlangsung. Jamaah haji bisa langsung ke Puskesmas atau RS pelaksana vaksinasi dengan membawa KTP dan bukti pelunasan," kata Eka.

Dia mengatakan, pelaksanaannya menyesuaikan skema nasional vaksinasi Covid 19. Saat ini, kelompok lansia siapapun itu termasuk calon jamaah haji memang sedang menjadi prioritas.

Eka mengungkapkan, bagi jamaah haji Non-lansia akan diikutkan pada kelompok masyarakat rentan. Terlebih lagi jika kuota dan keberangkatan telah diputuskan, maka seluruh jamaah haji sebelum berangkat semuanya akan divaksinasi.

"Saya meminta bantuan kepada seluruh KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) atau travel haji yang memiliki jamaah haji Lansia telah lunas, agar menyarankan segera ke puskesmas atau RS yang menyelenggarakan vaksinasi," ucap Eka.

Dia mengatakan, kriteria lansia berumur di atas atau sama dengan 60 tahun. Saat ini Puskes Kemenkes fokus pada calon jamaah yang sudah lunas biaya haji, yakni mereka sudah melunasi pada 2020 yang tertunda keberangkatannya.

Sebelumnya dia menyampaikan, hingga saat ini 173 ribu calon jamaah haji telah masuk daftar prioritas vaksinasi Covid-19.

Adapun Kementerian Kesehatan Arab Saudi memutuskan bahwa hanya jamaah yang sudah divaksin Covid-19 saja yang diizinkan mengikuti haji tahun ini. Kendati belum ada kepastian apakah Arab Saudi bakal mengizinkan jamaah asing untuk melaksanakan haji tahun ini, namun aturan ini menjadi sinyal pelaksanaan haji 2021.