Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Vaksinasi Lansia dan Hoaks yang Bikin Ciut Nyali

Selasa 16 Mar 2021 07:34 WIB

Red: Joko Sadewo

Warga kelompok lanjut usia (lansia) mengikuti vaksinasi masal. Foto ilustrasi.

Warga kelompok lanjut usia (lansia) mengikuti vaksinasi masal. Foto ilustrasi.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Sejumlah hoaks berseliweran terkait dengan vaksinasi lansia.

Oleh : Gita Amanda*

REPUBLIKA.CO.ID, Pemerintah saat ini sedang menggencarkan pemberian vaksinasi Covid-19 untuk lansia usia 60 tahun ke atas. Sejumlah tempat diubah menjadi sentra pemberian vaksinasi demi memudahkan para lansia mengaksesnya.

Pendaftaran secara online hingga pendaftaraan yang dikoordinir RT/RW setempat pun dilakukan. Tujuannya agar semakin banyak lansia yang mendapatkan vaksin Covid-19. Sebab, lansia juga termasuk dalam kelompok rentan, sehingga pemberian vaksin dinilai perlu mendapat prioritas.

Namun, di tengah upaya pemerintah tersebut nyatanya masih banyak berita hoaks terkait vaksinasi yang disebarkan demi menggoyahkan keyakinan para lansia ini. Banyak dari mereka yang akhirnya takut menerima vaksinasi. Alasannya macam-macam. Ada yang takut dengan jarum suntik, ada yang takut efek sampingnya bahkan banyak yang masih meragukan vaksin asal negeri tirai bambu.

"Duh, barang-barang China selama ini kan terkenal barang KW. Kalau vaksinnya KW gimana?" ujar salah seorang lansia, tetangga dekat rumah saya.

Ada yang takut efek sampingnya, mengingat beberapa berita menyebut ada lansia yang meninggal usai divaksinasi. Ada juga yang mengaku menunggu vaksin keluaran dalam negeri. Mereka mengatakan, merasa lebih yakin jika vaksin yang diterima dibuat oleh anak bangsa.

Selain soal kualitas vaksin, beberapa hoaks lain juga berseliweran. Salah satu yang paling anyar soal Sentra Vaksinasi Bersama yang dibuat Kementerian BUMN. Disebutkan siapa saja bisa datang untuk menerima vaksin di Sentra Vaksinasi Bersama. Padahal ada syarat-syarat tertentu untuk mendapatkan vaksinasi di Sentra Vaksinasi Bersama tersebut. Di antaranya, harus lansia ber-KTP DKI dan terdaftar untuk menerima vaksinasi.

Baca juga : Pola Makan Vegetarian Cegah Covid-19?

Sepertinya, lagi-lagi soal edukasi masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar untuk Negeri ini. Edukasi terkait vaksin dan vaksinasi Covid-19 masih harus terus lebih digencarkan lagi oleh pemerintah. Tak hanya dipermukaan, namun edukasi harus menyeluruh hingga ke tingkat-tingkat terkecil masyarakat seperti RT/RW.

Kompisisi, manfaat, kegunaan vaksin serta pentingnya vaksinasi harus terus digaungkan. Tujuannya tak lain tentu untuk membuat masyarakat mengerti dan menepis keraguan akan vaksinasi Covid-19.

Salah satu yang dapat dilakukan Pemerintah yakni mengerahkan setiap kader-kader posyandu yang ada di tingkat RW untuk menjadi penyambung lidah menyampaikan kepada warga mengenai pentingnya vaksinasi. Kader-kader posyandu ini sebelumnya bisa diberikan pelatihan dan edukasi, yang menyeluruh dan harus mudah dicerna, terkait seluk beluk vaksinasi Covid-19. Nantinya biarkan mereka yang menyampaikan kepada warga atau mengedukasi warga terkait vaksinasi Covid-19 ini. Dengan begitu, diharapkan, masyarakat bisa lebih memahami dan tak mudah lagi termakan hoaks terkait vaksinasi Covid-19.

Namun meski ada penolakan dari sejumlah masyarakat akan vaksinasi Covid-19, nyatanya pemerintah sudah cukup berhasil juga melakasanakan penyuntikan vaksin Covid-19 untuk lansia diberbagai wilayah di Indonesia. Sejauh ini juga belum ada laporan kurang menyenangkan terkait para lansia yang telah menerima vaksinasi.

Bagi lansia yang mendukung vaksinasi Covid-19, banyak yang mengaku sudah lega pascamenerima vaksin. Sebagai kelompok rentan, kekhawatiran mereka sedikit berkurang dengan adanya vaksinasi. Optimisme pun tumbuh, bahwa pandemi Covid-19 ini akan segera dapat diakhiri dengan pemberian vaksinasi.

*) Penulis adalah jurnalis republika.co.id

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA