Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Nilai Filosofi Basmalah yang Penting Direnungkan

Jumat 12 Mar 2021 14:24 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Esthi Maharani

Basmalah (ilustrasi).

Basmalah (ilustrasi).

Foto: parisnajd.com
Di dalam basmalah terdapat beberapa nilai folosofi yang penting direnungkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syaif’iyah Sukorejo Situbondo, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy pernah menyampaikan ceramah tentang kedahsyatan kalimat basmalah. Menurut Kiai Azaim, di dalam basmalah terdapat beberapa nilai folosofi yang penting direnungkan.

Kiai Azaim menjelaskan, ketika lafaz basmalah turun, semesta alam diam tercengang, nyaris tidak ada suara. Angin berhenti berhembus, binatang terhenyak, bahkan setan lari terbirit-birit. Kalimat ini, menurut dia, juga membuat takjub Nabi Adam ketika menyaksikan bahwa semesta ciptakan dengan kelimat ini dengan kekuatan topangannya.

“Gunung, lautan, tumbuhan, pepohonan, semua kokoh, berada pada posisinya dengan kekuatan kalimat ini,” kata Kiai Azaim dikutip dari ceramahnya yang ditayangkan di Youtube Majelis Dzikir Basmalah, Jum’at (12/3).

Pada kisah Nabi Nuh, menurut Kiai Zaim, juga diceritakan bahwa ia dan pengikutnya terselamatkan dari banjir bandang berkat kalimat ini. Selain itu, juga dikisahkan bahwa Nabi Musa mendapat wasiat kalimat ini sebagai penyembuh dari segala macam penyakit.

Kemudian, dalam sebuah riwayat juga masyhur diketahui bahwa Nabi Sulaiman mampu menaklukan kerajaan Ratu Balqis dengan kekuatan kalimat ini. Menurut Kiai Azaim, kalimat basmalah ini juga merupakan kalimat yang diucapkan sebagai awal risalah perjuangan Nabi Muhammad Saw.

Kiai Azaim menjelaskan, kalimat basmalah akan mengubah kehidupan menjadi lebih berkah, karena di dalamnya sebenarnya mengandung permohonan dan pertolongan kepada Allah. Karena itu, setiap tapak langkah seseorang yang disertai membaca basmalah, niscaya ia telah membuka kata kunci kehidupan di semesta ini.

“Jika memulai aktivitasnya dengan kalimat bismillahirrahmanirrahim maka telah membuka akta kunci kehidupan di semesta ini, karena dia telah menyebut nama teragung,” jelas Kiai Azaim.

Kiai Azaim menambahkan, orang-orang yang mampu menggunakan kunci kehidupan tersebut adalah orang-orang yang beriman dan memiliki tingkat kesalihan yang paripurna. “Semakin tinggi ketakwaan seseorang dan baik kesalihan seseorang, maka ucapan basmalah yang keluar dari lisannya akan semakin memiliki kekuatan yang dahsyat,” jelasnya.

Terkait kalimat basmalah ini, Rasulullah Saw juga pernah bersabda,

كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ بِبِسْمِ اللَّهِ فَهُوَ أَ قْطَع

Artinya : “Setiap perkara yang penting yang tidak dimulai dengan ucapan zikir basmalah, maka perkara atau urusan tersebut terputus keberkahannya”.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA