Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

WHO Apresiasi Pemerintah Indonesia Soal Vaksinasi

Senin 08 Mar 2021 20:34 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Ratna Puspita

Pekerja kargo memasukan kontainer berisi vaksin Covid-19 AstraZeneca ke atas truk setibanya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (8/3/2021). Sebanyak 1.113.600 vaksin virus corona (COVID-19) jadi asal perusahaan farmasi Inggris?AstraZeneca?tiba di Indonesia melalui skema kerja sama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX Facility yang selanjutkan akan diproses di Bio Farma, Kota Bandung.

Pekerja kargo memasukan kontainer berisi vaksin Covid-19 AstraZeneca ke atas truk setibanya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (8/3/2021). Sebanyak 1.113.600 vaksin virus corona (COVID-19) jadi asal perusahaan farmasi Inggris?AstraZeneca?tiba di Indonesia melalui skema kerja sama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX Facility yang selanjutkan akan diproses di Bio Farma, Kota Bandung.

Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal
Indonesia adalah satu dari sedikit negara berkembang yang melakukan vaksinasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang cukup sigap menjalankan program vaksinasi Covid-19. Perwakilan WHO untuk Indonesia, Paranietharan, mengatakan, belum banyak negara berkembang di dunia yang sudah memvaksinasi rakyatnya. Salah satunya, Indonesia. 

"Indonesia telah mengambil aksi nyata untuk menjalankan program vaksinasi dan tidak banyak negara berkembang yang sudah menjalankan program vaksinasi," kata Paranie saat memberi sambutan dalam kedatangan vaksin AstraZeneca di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (8/3). 

Pada hari ini, Indonesia kedatangan 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca produksi Inggris. Pengiriman vaksin ini dilakukan melalui kerja sama multilateral antara Indonesia dan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX Facility, yang merupakan pengembangan vaksin Covid-19 antara WHO dan GAVI. 

Baca Juga

GAVI-COVAX berencana mengirimkan 2 miliar dosis vaksin Covid-19 ke seluruh negara yang membutuhkan hingga sebelum akhir tahun 2021 ini. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan bahwa 1,1 juta dosis vaksin yang tiba hari ini merupakan bagian pertama dari total 11,7 juta vaksin jadi yang akan diterima Indonesia melalui skema kerja sama GAVI-COVAX hingga Mei 2021. Itu pun, ujar Menlu, masih ada peluang tambahan pasokan setelahnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA