Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Menurut Simulasi, Oksigen akan Hilang 1 Miliar Tahun Lagi

Senin 08 Mar 2021 16:07 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Dwi Murdaningsih

 Ilustrasi Menyayangi Bumi

Ilustrasi Menyayangi Bumi

Foto: Republika/Mardiah
Atmosfer Bumi yang kaya oksigen mungkin hanya bertahan sekira 1,08 miliar tahun lagi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bumi tidak akan mampu menopang kehidupan selamanya. Atmosfer kita yang kaya oksigen mungkin hanya bertahan satu miliar tahun lagi. Hal ini berdasarkan sebuah studi baru di Nature Geoscience.

Seiring bertambahnya usia Matahari, Matahari akan menjadi lebih bercahaya. Artinya, pada masa depan Bumi akan menerima lebih banyak energi Matahari. Peningkatan energi ini akan memengaruhi permukaan planet, mempercepat pelapukan batuan silikat, seperti basal dan granit.  

Ketika batuan ini mengalami cuaca, gas rumah kaca karbon dioksida ditarik keluar dari atmosfer dan melalui reaksi kimia yang terkunci dalam mineral karbonat.  

Secara teori, Bumi seharusnya mulai mendingin saat tingkat karbon dioksida turun. Namun, dalam waktu sekitar 2 miliar tahun, efek ini akan ditiadakan oleh sinar matahari yang terus menyilaukan.

Karbon dioksida, bersama dengan air, adalah salah satu bahan utama yang dibutuhkan tanaman untuk melakukan fotosintesis. Dengan turunnya tingkat karbon dioksida, fotosintesis yang akan terjadi lebih sedikit dan beberapa jenis tanaman mungkin mati sama sekali.  

Lebih sedikit fotosintesis berarti lebih sedikit produksi oksigen. Secara bertahap konsentrasi oksigen di atmosfer Bumi akan turun, menciptakan krisis untuk bentuk kehidupan lain pada masa depan.

Kapan ini akan terjadi?  
Dilansir di The Conversation, Senin (8/3) dijelaskan, untuk mengetahui hal ini, para peneliti dari Jepang dan AS menggunakan simulasi komputer untuk memodelkan evolusi masa depan dari siklus karbon, oksigen, fosfor, dan belerang di permukaan bumi.  

Ilmuwan juga mempertimbangkan evolusi iklim dan bagaimana permukaan bumi (kerak bumi, lautan, dan atmosfer) berinteraksi dengan interior planet (mantel).

Mereka memodelkan dua skenario teoretis: planet mirip Bumi dengan biosfer aktif, dan planet tanpa biosfer aktif. Menariknya, kedua skenario tersebut menghasilkan hasil yang sangat mirip: kadar oksigen mulai turun drastis sekira 1 miliar tahun mendatang. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA