Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

KM Fajar Baru 8 Terbakar di Papua, 138 Penumppang Selamat

Ahad 07 Mar 2021 21:02 WIB

Red: Agus Yulianto

 Aksi cepat Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Sorong memadamkan api pada insiden terbakarnya Kapal Motor (KM) Fajar Baru 8 di Pelabuhan Rakyat Sorong, Papua, Ahad (7/3) pukul 18:40 WIT.

Aksi cepat Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Sorong memadamkan api pada insiden terbakarnya Kapal Motor (KM) Fajar Baru 8 di Pelabuhan Rakyat Sorong, Papua, Ahad (7/3) pukul 18:40 WIT.

Foto: Humas Ditjen Hubla
Nahkoda memerintahkan semua ABK turun dari kapal untuk menyelamatkan diri.

REPUBLIKA.CO.ID, PAPUA BARAT -- Aksi cepat Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Sorong terhadap insiden terbakarnya Kapal Motor (KM) Fajar Baru 8 di Pelabuhan Rakyat Sorong, Papua, Ahad (7/3) pukul 18:40 WIT, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden kecelakaan tersebut.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Sorong, Jece Julita Piris mengungkapkan kapal tersebut mengangkut 138 orang penumpang dengan 11 Anak Buah Kapal (ABK). Insiden terjadi setelah seluruh penumpang turun dari kapal. Pihaknya pun segera terjun ke lapangan untuk menangani kebakaran tersebut sehingga tidak meluas dan padam dengan cepat.

“Kejadian terbakarnya kapal pukul 18:40 WIT. Kapal ini berangkat dari Waisai,” kata dia dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Ahad (7/3).

Dia mengungkapkan, kapal tiba di pelabuhan pukul 18.20 WIT, selanjutnya dilakukan debarkasi penumpang. “Pada pukul 18.40 WIT Nahkoda menerima informasi dari ABK yang berteriak dari arah belakang kapal bahwa ada kebakaran yang terjadi di dek 2 bagian belakang, nahkoda memerintahkan semua pemadam digunakan untuk memadamkan kebakaran,” ungkapnya.

Namun, rupanya alat pemadam tidak mampu mengatasi kebakaran tersebut. Akhirnya nahkoda memerintahkan semua ABK turun dari kapal untuk menyelamatkan diri.

“Saat ini kebakaran kapal telah padam dan kapal akan ditarik untuk dikandaskan di pulau Dok Karim milik PT. Pertamina,” ujarnya.

Dia melanjutkan, insiden tersebut membuat bagian atas Dek 3 kapal terbakar seluruhnya. “Penumpang dan awak kapal semua selamat dan tidak ada kerusakan atau kerugian pada muatan atau bangunan lain di luar kapal. Namun untuk dampak pencemaran lingkungan yang ditimbulkan masih belum diketahui,” lanjutnya.

Penanganan insiden ini dilakukan bersama instansi lain yang juga turut berperan menangani kebakaran. Seperti Damkar Pemkot  Sorong menyediakan 1 (satu) Unit mobil pemadam kebakaran.

Kemudian Polairud Polda Papua Barat serta Polsek Kawasan Pelabuhan Kota Sorong mengamankan kondisi di Pelabuhan Rakyat Sorong. Basarnas Sorong membantu melakukan pencarian dan pertolongan, PT. Pelindo IV Cab. Sorong menyediakan TB. Semar 15 dan TB. Tesco Dayat dan PT. Pertamina Sorong menyediahkan TB. Bintun.

Penyelidikan lebih lanjut masih akan terus dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA