Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Pelaku Usaha Pariwisata Lombok Barat Mulai Disuntik Vaksin

Ahad 07 Mar 2021 18:51 WIB

Red: Andri Saubani

Suasana matahari terbit di Gili Trawangan, Kepulauan Gili, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (6/3/2021). Kepulauan Gili merupakan salah satu destinasi wisata keunggulan Lombok yang terdiri dari tiga pulau, yaitu Gili Trawangan, Meno, dan Air.

Suasana matahari terbit di Gili Trawangan, Kepulauan Gili, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (6/3/2021). Kepulauan Gili merupakan salah satu destinasi wisata keunggulan Lombok yang terdiri dari tiga pulau, yaitu Gili Trawangan, Meno, dan Air.

Foto: ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR
Pelaku usaha pariwisata di Lombok Barat yang menerima vaksinasi sebanyak 134 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT -- Sebanyak 134 pelaku usaha jasa pariwisata di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), divaksinasi Covid-19. Penyuntikan vaksin kepada ratusan pelaku usaha jasa pariwisata tersebut dilakukan oleh petugas medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, di daerah Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Ahad (7/3).

"Ada ratusan vaksin yang saat ini diberikan untuk para pelaku pariwisata yang ada di Lombok Barat. Mereka terdiri atas pegawai hotel, restoran dan maskapai penerbangan," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat H Saepul Akhkam.

Menurut dia, pariwisata merupakan salah satu sektor strategis untuk pemulihan ekonomi. Oleh sebab itu, perlu usaha ekstra untuk membangkitkan sektor tersebut agar kembali berjalan seperti sebelumnya.

Baca Juga

Salah satu usaha yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat adalah dengan memberikan vaksin kepada para pelaku usaha jasa pariwisata. Dengan adanya vaksin kepada para pelaku pariwisata ini, Akhkam berharap hal itu mampu menunjukkan kepada dunia kepariwisataan bahwa Lombok Barat benar-benar siap menuju kenormalan baru.

"Tidak hanya sebatas protokol kesehatan yang saat ini diterapkan secara ketat, tetapi juga dengan vaksinasi sebagai salah satu treatment melawan Covid-19," ujarnya.

Akhkam mengatakan, untuk vaksinasi tahap kedua bagi para pelaku pariwisata, rencananya akan dijadwalkan 14 hari kemudian setelah vaksinasi pertama diberikan. Terkait jumlah kuota pelaku yang diberikan vaksin, Akhkam berharap ada penambahan di tahap kedua nanti untuk pelaku wisata lainnya.

"Jika Lombok Barat nanti mendapatkan kuota sebanyak 10 ribu vaksin, maka kita berharap 10 sampai 15 persen dialokasikan kepada pelaku pariwisata. Bagaimana pun kita harus menyiapkan sumber daya manusia kita yang sehat dan siap melawan Covid-19," ucapnya.

Terkait jenis vaksin yang diberikan kepada para pelaku pariwisata tahap pertama ini, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat dr Ahmad Taufiq Fathoni menyebutkan yang diberikan adalah vaksin Sinovac. Vaksin tersebut juga sudah diberikan kepada 2.300 tenaga kesehatan dan 700 tenaga layanan publik, serta warga lanjut usia berumur 67 tahun.

"Sinovac adalah vaksin yang pertama masuk ke Lombok Barat. Insya Allah vaksin itu aman karena kita di Lombok Barat telah melakukan vaksinasi kepada ribuan tenaga kesehatan," katanya.

General Manager Svarga Resort Lombok Ali Muhammad Yusuf mengaku sangat gembira karena para pelaku pariwisata bisa menjadi prioritas vaksinasi.Ia mengaku tidak khawatir sama sekali dengan kontroversi vaksin yang menjadi isu hangat belakangan ini.

"Tidak khawatir sama sekali. Setelah 30 menit, saya sama sekali tidak merasa ada keluhan," tutur Yusuf.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA