Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Studi Sebut Pengguna Internet Prancis Paling Membenci Iklan

Ahad 07 Mar 2021 21:07 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Internet. Ilustrasi

Internet. Ilustrasi

Foto: Foxnews
Prancis menduduki puncak daftar negara dengan minat terbesar pada pemblokir iklan.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Menurut studi global tentang negara-negara yang paling ingin memblokir iklan internet, pengguna internet di Prancis paling membenci iklan daring. Prancis menduduki puncak daftar negara dengan minat terbesar pada pemblokir iklan.

Dilansir dari Malay Mail, Ahad (7/3), studi yang diterbitkan oleh penyedia VPN Surfshark, menemukan rata-rata 579 pencarian untuk perangkat lunak pemblokir iklan per 100 ribu pengguna internet Prancis. Ini adalah yang tertinggi di dunia, diikuti oleh Swedia dan Denmark. Faktanya, Eropa adalah hotspot khusus bagi pembenci iklan daring.

Lituania, Yunani, Belgia dan Norwegia semuanya mencetak lebih dari 400 pencarian pemblokir iklan per 100 ribu pengguna internet. Sebaliknya, orang Amerika tampaknya lebih toleran terhadap iklan daring. Amerika Serikat berada di urutan ke-123 dalam peringkat global dengan 300 penelusuran per 100 ribu pengguna internet.

Di ujung skala yang berlawanan, pengguna web di Afrika tampak cukup santai tentang iklan daring, meskipun mungkin juga ada kesadaran yang kurang tentang solusi tersedia untuk memblokir iklan internet. Nigeria tampaknya menjadi negara yang paling toleran dalam hal iklan daring. Hanya satu penelusuran per 100 ribu pengguna dan juga tingkat yang rendah di Republik Demokratik Kongo dan Burkina Faso.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, Surfshark menganalisis pencarian Google untuk pemblokir iklan utama. Penyedia VPN kemudian membagi jumlah pencarian Google bulanan dengan jumlah pengguna internet di setiap negara dan dikalikan dengan 10 ribu agar hasilnya lebih mudah dibandingkan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA