Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Gangren, Gejala Baru Covid-19 Berciri Tangan Menghitam

Ahad 07 Mar 2021 07:26 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Gita Amanda

Ilustrasi Covid-19. Belum lama ini muncul gejala baru Covid-19 yakni gangren yang dialami wanita berusia 86 di Italia.

Ilustrasi Covid-19. Belum lama ini muncul gejala baru Covid-19 yakni gangren yang dialami wanita berusia 86 di Italia.

Foto: Pixabay
Gangren terjadi karena kematian jaringan yang terjadi dalam anggota tubuh

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Belum lama ini, muncul gejala baru Covid-19 yakni gangren yang dialami wanita berusia 86 di Italia. Beberapa jari tangan menghitam karena kematian jaringan anggota tubuh sehingga dokter harus mengambil tindakan amputasi kepada tiga jari tangannya.

Spesialis penyakit dalam RSA UGM, dr Agit Sena Adisetiadi mengatakan, infeksi virus SARS CoV-2 dapat memicu gangren. Bisa terjadi karena Covid-19 dapat membuat gangguan pembekuan atau pengentalan darah (koagulopati) dan gangguan aliran pembekuan darah.

"Yang menimbulkan gangguan oksigen ke organ tubuh tertentu. Gangren terjadi karena kematian jaringan yang terjadi dalam anggota tubuh atau kulit karena hilangannya suplai darah atau akibat infeksi," kata Agit, Jumat (5/3).

Ia menjelaskan, gangguan aliran pembuluh darah ke organ tangan atau kaki secara cepat (ALI) dapat terjadi kepada 3-15 persen kasus pasien Covid-19 rawat inap. Ada sejumlah faktor ALI seperti penyakit jantung, penyakit gangguan kekentalan darah, dan kanker.

"Sedangkan, manifestasi gangren terlihat dari adanya perubahan warna kulit, disertai adanya rasa nyeri," ujar Agit.

Agit menekankan, kondisi gangren yang memburuk memang dapat menyebabkan tindakan amputasi kepada tangan dan kaki. Kemudian, ibla gangren disertasi infeksi berat dapat menyebabkan infeksi menyebar ke seluruh tubuh (sepsis) dan menyebabkan kematian.

Selain diakibatkan Covid-19, Agit menambahkan, gangren bisa muncul akibat adanya gangguan pembekuan darah, diabetes dan infeksi. Dengan begitu orang-orang dengan gangguan kesehatan atau penyakit tersebut memiliki resiko terkena gangren.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA