Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Klaster Dua Pesantren di Indramayu, 104 Orang Positif Covid

Jumat 05 Mar 2021 21:14 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Foto: EPA/CDC
Para santri atau pengasuh menjalani isolasi mandiri terpusat.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU  -- Sebanyak 104 santri, pengasuh, dan pengurus dari dua pondok pesantren (ponpes) yang berada di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terkonfirmasi positif Covid-19. Hingga Jumat (5/3) ini masih dilakukan isolasi terpusat.

"Ada 104 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, terdiri atas santri, pengasuh dan pengurus yang berada di dua pesantren," kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu Deden Bonni Koswara di Indramayu, Jumat.

Baca Juga

Ia menjelaskan klaster dua pesantren ini memang terlambat dalam memberikan informasi kepada Satgas Penanganan Covid-19, karena setelah kasus banyak baru melapor.

Menurut dia dari 104 orang terkonfirmasi positif itu, sebanyak 32 dari Ponpes Al-urwatul Wutsqo, dan 72 lainnya dari Pesantren Tahfidz Abdurrahman Basuri.Para santri, pengurus dan pengasuh yang terkonfirmasi positif, kata dia,saat ini sedang menjalani isolasi mandiri terpusat di kawasan pesantren. Ada juga yang dirawat di rumah sakit.

"Awalnya kita mendapatkan ada santri yang sakit dan setelah dites ternyata positif. Kemudian kami lakukan pelacakan kepada kontak erat, dan hasilnya 72 positif, begitu juga di Ponpes Wutsqo," katanya.

Dia menambahkan saat ini dua ponpes tersebut melakukan karantina dengan membatasi warga yang masuk ke kawasan pesantren untuk meminimalkan penyebaran.Sementara dari awal ditemukannya kasus terkonfirmasi Covid-19, sudah ada tiga klaster pesantren. Satu lainnya sudah dapat diatasi. "Sampai saat ini sudah ada tiga klaster ponpes, di mana satu sudah selesai," demikian Deden Bonni Koswara.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA