Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Kemendag Fokus Pasar Ekspor Busana Musim dan Industri Halal

Kamis 04 Mar 2021 13:16 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha

Model menggunakan busana karya ETU pada acara Muslim Fashion Festival 2020 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (22/2). Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, mengatakan terdapat dua pasar utama untuk produk Indonesia yang sangat memiliki daya tawar di pasar global. Yakni, busana Muslim Indonesia dan industri produk halal.

Model menggunakan busana karya ETU pada acara Muslim Fashion Festival 2020 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (22/2). Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, mengatakan terdapat dua pasar utama untuk produk Indonesia yang sangat memiliki daya tawar di pasar global. Yakni, busana Muslim Indonesia dan industri produk halal.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Kemendag akan membentuk dewan penunjang ekspor untuk mendukung penetrasi pasar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, mengatakan terdapat dua pasar utama untuk produk Indonesia yang sangat memiliki daya tawar di pasar global. Yakni, busana Muslim Indonesia dan industri produk halal. Dua sektor itu akan menjadi target utama pemerintah untuk menggenjot ekspor produk jadi.

"Dalam bayangan kita saat ini, ada dua pasar utama yang bisa kita kerjakan Yaitu Indonesia islamic fashon dan Indonesia halal industry. Ini dua market yang sangat besar," kata Lutfi dalam konferensi pers Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, Kamis (4/3).

Lutfi mengatakan, melihat potensi pasar yang besar, dua produk tersebut harus bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Setelah itu, bukan tidak mungkin Indonesia bia menguasai pasar regional bahkan mendunia. Kemendag akan membentuk dewan penunjang ekspor untuk bisa mendukung penetrasi pasar global produk busana Muslim dan industri halal.

Baca Juga

Saat ini, Kementerian Perdagangan sudah memiliki unit Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, adapun dewan penunjang ekspor akan menjadi badan yang lebih fokus mempelajari peta pasar dan eksekusi.

"Indonesia islamic fashion dan Indonesia halal industry ini akan menjadi penopang dewan penunjang ekspor di bawah kemendag yang kemungkinn nanti kami akan cari bentuknya bersama dengan dirjen pengembangan ekspor nasional," katanya.

Ia menjelaskan, Indonesia banyak memiliki para ahli untuk produk busana Muslim dan industri halal. Seperti misalnya dalam produki busana Muslim, Lutfi mengatakan Kemendag akan mengumpulkan para desainer terbaik dan bergabung dengan dewan penunjang ekspor.

"Dewan penunjang ekspor punya stakeholder untuk ciptakan produk Indonesia bermutu tinggi, disukai rakyat Indonesia, dan menciptakan pelanggan-pelanggan loyal," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA