Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Mendag: RI Harus Tingkatkan Posisi Sebagai Negara Berkembang

Kamis 04 Mar 2021 11:15 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Foto: Republika/Iit Septyaningsih
Indonesia harus fokus pada 30 komoditas ekspor utama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, menekankan agar Kementerian Perdagangan dapat meningkatkan posisi emerging market dengan mendorong konsumsi dan meningkatkan peran ekspor-impor dalam menopang pertumbuhan ekonomi.

“Di sinilah pentingnya tugas perwakilan perdagangan di luar negeri yaitu dengan memperkuat kontribusi ekspor dan impor untuk mendorong peningkatan PDB. Salah satunya dengan memfokuskan pada 30 komoditas ekspor utama Indonesia,” kata Lutfi, dalam Pra-Raker Kemendag, Kamis (4/3).

Ia menyampaikan, pada era kolaborasi saat ini, penting untuk membuka pasar karena dapat mendatangkan investasi. Itu kemudian diharapkan dapat menciptakan pusat produksi dan menjadikan ekspor nonmigas sebagai primadona.

Baca Juga

Mendag juga mendorong konsumsi untuk memulihkan ekonomi nasional dan menegosiasikan perjanjian-perjanjian dagang yang sophisticated. “Kita sedang beralih dari mengekspor barang mentah dan barang setengah jadi menjadi barang industri dan barang industri berteknologi tinggi. Untuk itu, perlu diciptakan pelaku UMKM yang tangguh untuk mewujudkan perdagangan yang adil dan baik demi Indonesia yang sejahtera,” katanya.

Lebih lanjut, ia juga menyinggung terkait bonus demografi penduduk usia produktif Indonesia yang akan selesai pada 2038—2040. Ia menekankan, sebelum itu terjadi, peningkatan Produk Domestik Bruto (GDP) harus dilakukan sebagai kunci untuk keluar dari jebakan kelas menengah.

Sebab, pada saat itu, penduduk lansia akan lebih banyak dibandingkan penduduk usia produktif.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA