Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

INA Jadi Langkah Strategis Dapatkan Dana Pembangunan

Rabu 03 Mar 2021 17:35 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha

Pembangunan jalur kereta api bandara  di Temon, Kulonprogo, Yogyakarta, Senin (26/10). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan dengan adanya lembaga pengelola investasi Indonesia Investment Authority (INA) dapat berdampak positif pada perolehan dana.

Pembangunan jalur kereta api bandara di Temon, Kulonprogo, Yogyakarta, Senin (26/10). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan dengan adanya lembaga pengelola investasi Indonesia Investment Authority (INA) dapat berdampak positif pada perolehan dana.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
INA dapat fasilitasi kerja sama investor strategis yang mungkinkan unleashing value.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan dengan adanya lembaga pengelola investasi Indonesia Investment Authority (INA) dapat berdampak positif pada perolehan dana. Khususnya untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur.

"Dengan adanya INA ini ada suatu langkah strategis mengumpulkan sejumlah dana dan bisa menstimulasi kegiatan di Indonesia (pembangunan infrastruktur transportasi)," kata Budi dalam Webinar Balitbanghub bertajuk Potensi SWF Dalam Pembiayaan Infrastruktur Transportasi di Indonesia, Rabu (3/3).

Jika dilihat dari investor asing, Budi menilai, INA akan memberikan kepastian dalam berinvestasi di Indonesia. Khususnya dalam mengatasi prosedur yang rumit bagi para investor termasuk biaya investasinya.

Baca Juga

Sementara itu, Deputi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nawal Nely mengatakan kerja sama INA dengan BUMN dapat memberikan empat manfaat utama. Salah satunya mengundang investasi asing ke Indonesia yang juga menjadi tujuan utama pembentukan INA.

"Standar tata kelola internasional dapat ditingkatkan pada target-target BUMN dalam investasi kita," ujar Nawal.

Nawal memastikan, INA dapat memfasilitasi kerja sama investor strategis yang memungkinkan unleashing value. Nawal mengatakan, bukan dari struktur pendanaan tapi manfaat operasional di tingkat aset infrastruktur di Indonesia.

"Kita berharap dengan kerja sama SWF dapat merilis investment return yang memungkinkan BUMN yang berpartisipasi menggunakan recycling investasi lainnya," ungkap Nawal.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA