Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Jumlah Wisatawan Pasaman Anjlok 95 Persen Akibat Covid-19

Rabu 03 Mar 2021 16:06 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, turun 95 persen. (ilustrasi).

Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, turun 95 persen. (ilustrasi).

Foto: Telegraph
Pada 2020, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pasaman hanya 617 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, LUBUK SIKAPING -- Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, turun 95 persen. Pada 2019, jumlah wisatawan 29.561 orang, namun merosot enjadi 617 orang saja pada 2020 akibat pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Olahraga dan Pariwisata Pasaman, Ahmad Bukhari mengatakan merosotnya kunjungan wisatawan langsung berdampak terhadap penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasaman dari sektor pariwisata. "Bahkan roda perekonomian masyarakat juga ikut terganggu karena banyak masyarakat yang bergantung hidup dari berdagang dan membuka usaha lain seperti suvenir dan oleh-oleh di sekitar objek wisata ikut terganggu," jelasnya, Rabu (3/3).

Dia mengatakan penurunan kunjungan ini karena sejak Hari Raya Idul Fitri 2020 sampai Tahun Baru 2021 semua objek wisata di daerah itu ditutup. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Penutupan tempat pariwisata itu atas instruksi pemerintahan pusat yang dijalankan hingga daerah, sehingga keadaannya hampir sama di seluruh Indonesia. Penutupan objek wisata juga berdampak pada bisnis perhotelan, traveling, home stay, dan rumah makan yang ikut mengalami penurunan omzet.

Sebelum pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Pasaman bisa menarik PAD sebanyak Rp 20 juta per tahun dari dua objek wisata yang dikelola pemda yakni Taman Wisata Equator dan Rimbo Panti. Pada kedua objek wisata itu, setiap pengunjung dikenakan tarif Rp 5.000 per orang. Bahkan setiap tahun diselenggarakan event nasional di kawasan Equator sehingga banyak wisatawan mancanegara berkunjung seperti dari Australia, Belanda, Malaysia dan China.

Sementara itu, delapan objek wisata lain juga ramai namun yang mengelola adalah pihak swasta. Delapan objek wisata yang dikelola pihak swasta itu antara lain Puncak Tonang, Kabun Limau, Ambun Water Park, Puncak Koto Panjang, Bukit Kumayan, Puncak Teletubbies, Puncak Mohne, dan Ikan Larangan.

Meskipun saat ini kawasan wisata sudah mulai dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, namun tingkat kunjungan belum pulih seperti sedia kala. Kebanyakan pengunjung masih ragu dan takut berada di objek wisata. Bukhari berharap tahun ini Covid-19 sudah berakhir sehingga pariwisata kembali bergairah dan PAD sektor pariwisata kembali meningkat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA