Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Alami 3.253 Bencana dalam Setahun, Kerugian Capai Rp 22 T

Rabu 03 Mar 2021 14:37 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolandha

Sejumlah petugas memperbaiki turap yang longsor di kawasan Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta, Rabu (24/2). Indonesia mengalami kejadian bencana hingga 3.253 kali dalam kurun waktu setahun, sejak Februari 2020 sampai Februari 2021.

Sejumlah petugas memperbaiki turap yang longsor di kawasan Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta, Rabu (24/2). Indonesia mengalami kejadian bencana hingga 3.253 kali dalam kurun waktu setahun, sejak Februari 2020 sampai Februari 2021.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Dalam 10 tahun terakhir, rata-rata 1.183 jiwa meninggal akibat bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia mengalami kejadian bencana hingga 3.253 kali dalam kurun waktu setahun, sejak Februari 2020 sampai Februari 2021. Artinya, sekitar 9 bencana terjadi setiap harinya seperti bencana gunung api, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin ribut, hingga gempa dan tsunami. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Doni Monardo menyampaikan, setiap kejadian bencana yang terjadi dengan jumlah di atas nyaris selalu dibarengi dengan kerugian harta benda dan kehilangan nyawa. Kementerian Keuangan juga mencatat bahwa kerugian ekonomi akibat bencana setiap tahunnya rata-rata mencapai Rp 22,8 triliun. 

"Angka yang sangat besar. Belum lagi jika melihat statistik korban jiwa akibat bencana dalam 10 tahun terakhir. Rata-rata 1.183 jiwa meninggal akibat bencana," ujar Doni dalam sambutan Rakornas Penanggulangan 2021, Rabu (3/3). 

Baca Juga

Tingginya angka kejadian bencana dan berbagai dampak yang ditimbulkan membuat Indonesia bertengger di peringkat ke-35 sebagai negara dengan tingkat risiko ancaman bencana tertinggi dunia. Merespons kerawanan yang ada, Doni menambahkan, pemerintah terus meningkatkan upaya mitigasi untuk meminimalisir risiko. 

"Termasuk pelibatan pakar untuk memprediksi ancaman, memperkuat sistem peringatan dini, menyusun rencana kontijensi dan edukasi serta pelatihan kebencanaan," kata Doni. 

Selain bencana alam, baik hidrometeorologi dan geologi, Indonesia juga dilanda bencana nonalam berupa pandemi Covid-19 dalam satu tahun terakhir. Doni menekankan bahwa pengendalian pandemi dilakukukan secara paralel, antara aspek kesehatan dan ekonomi. 

"Momentum 1 tahun bencana covid-19 adalah kesempatan untuk melakukan evaluasi, mempertahankan yang sudah baik dan menyempurnakan yang masih kurang," kata Doni.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA