Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Utah Larang Pengendara Bawa Anjing di Bak Terbuka

Senin 01 Mar 2021 23:25 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Dwi Murdaningsih

Seekor anjing. ilustrasi

Seekor anjing. ilustrasi

Foto: ABC
Ada enam negara bagian di AS yang menganggap membawa anjing di belakang ilegal.

REPUBLIKA.CO.ID, SALT LAKE CITY--Di Amerika Serikat (AS), mobil double cabin cukup diminati. Oleh karena itu, banyak pengendara yang membawa hewan peliharaan seperti anjing di bak belakang.

Tanpa disadari, hal itu sebenarnya sangat mengancam nyawa anjing tersebut. Karena, anjing tersebut berada dalam mobil namun minim akan perlindungan. Oleh karena itu, terdapat sejumlah negara bagian yang melarang hal tersebut.

Dilansir dari Car and Driver pada Senin (1/3), selama ini, ada enam negara bagian di AS yang menganggap hal itu ilegal. Kini, Utah juga jadi negara bagian yang menganggap bahwa membawa anjing dalam bak mobil merupakan hal yang ilegal.

Kebijakan ini sendiri dilatarbelakangi oleh data dari American Humane. Organisasi itu mengungkap, terdapat 100 ribu ekor anjing yang mati karena perlakukan yang kurang pas saat dibawa dengan mobil.

Fakta ini kemudian disikapi oleh Pemerintah Utah untuk mempersiapkan regulasi yang mengatur soal mobilisasi anjing menggunakan mobil bak terbuka atau double cabin.

Lewat regulasi ini, maka nantinya setiap kendaraan yang membawa anjing dalam bak harus dilengkapi dengan perlindungan yang memadai. Sehingga, anjing tersebut berada dalam kondisi yang lebih aman saat kendaraan mengalami gerakan yang membahayakan anjing.

Selama ini, enam negara bagian yang telah memberikan perhatian terhadap nasib anjing di jalan raya adalah Connecticut, Maine, Massachusetts, Minnesota, New Hampshire, and Rhode Island. Regulasinya pun sangat beragam, tapi American Humane sangat menyarankan agar pengendara selalu memasukan anjing ke dalam kabin saat sedang melakukan perjalanan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA