Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Menag : Pondok Punya Tiga Potensi Kemandirian Ekonomi  

Senin 01 Mar 2021 16:56 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Nashih Nashrullah

Menag, Yaqut Cholil Qoumas, menggarisbawahi tiga potensi yang dimiliki santri pesantren.

Menag, Yaqut Cholil Qoumas, menggarisbawahi tiga potensi yang dimiliki santri pesantren.

Foto: Republika
Menag menggarisbawahi tiga potensi yang dimiliki santri pesantren

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) di bawah kepemimpinan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, tengah berupaya meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan karena setidaknya pesantren memiliki tiga potensi.  

Ketiga potensi kemandirian ekonomi pesantren ini dipaparkan pria yang akrab disapa Gus Menteri, dalam Milad Pesantren Motivasi Indonesia ke-9 yang digelar secara daring, Ahad (28/2). 

Baca Juga

"Setidaknya ada tiga potensi besar yang dimiliki oleh pondok pesantren dalam perannya memandirikan ekonomi umat," ujar Gus Menteri dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Senin (29/2). 

Pertama, potensi yang ada dalam diri santri yang jumlahnya besar. Jumlah yang sangat banyak itu bisa menjadi modal luar biasa dalam memandirikan umat.  

Kedua, peran pondok pesantren sebagai penghubung masyarakat sekitar. Beberapa waktu lalu, Menag menyebut Kiai NH sudah menceritakan bagaimana Pesantren Motivasi Indonesia ini bisa menjadi penghubung antara UMKM pesantren dengan pasar dan konsumen. "Ini sangat luar biasa dan saya kira bisa menjadi contoh bagi yang lain," lanjutnya.

Potensi ketiga, peran pesantren dalam pengumpulan zakat dan wakaf umat. Selama ini, pesantren menjadi lembaga pendidikan yang dipercaya oleh masyarakat, termasuk dalam pengelolaan zakat dan wakaf.  

Tiga potensi yang dimiliki ini Pondok Pesantren ini lantas disebut sangat berpotensi untuk menciptakan kemandirian ekonomi pesantren, serta membangun kekuatan ekonomi umat.

"Bila potensi ini dioptimalkan maka  kemandirian ekonomi tidak hanya menyejahterakan pesantren, tapi masyarakat sekitar," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA