Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Apa Beda Epidemi, Pandemi dan Endemik?

Senin 01 Mar 2021 13:48 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Covid-19

Ilustrasi Covid-19

Foto: Pixabay
Wabah mengacu pada sejumlah kasus yang melebihi apa yang diharapkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat ini di seluruh dunia, kita tengah dilanda pandemi virus corona. Kemudian di Afrika Barat terdapat epidemi ebola, sedangkan di beberapa wilayah terdapat penyakit endemik.

Ilmuwan memprediksi bahwa virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab penyakit Covid-19 akan terus beradaptasi. Virus yang saat ini beredar mungkin akan menyerupai virus corona jenis sebelumnya penyebab flu biasa jika menjadi endemik.

Memahami istilah epidemiologis seperti pandemi, endemik, dan wabah bisa membingungkan. Berikut perbedaannya, dilansir di Medical Express, Senin (1/3):

Dalam istilah epidemiologi, wabah mengacu pada sejumlah kasus yang melebihi apa yang diharapkan.

Pandemi mengacu pada epidemi global, yang telah menyebar ke beberapa negara atau benua yang memengaruhi banyak orang. Istilah endemik digunakan ketika ada infeksi hanya ada lokasi geografis spesifik.

"Ketika kita berbicara tentang infeksi endemik, kita berbicara tentang virus, bakteri dan patogen yang ada di dalam suatu lokasi geografis." ujar Dr. Pritish Tosh dari Mayo Clinic AS.

Dr. Tosh mencontohkan demam berdarah. Ada bagian dunia dimana demam berdarah sedang endemik, artinya ada nyamuk yang membawa demam berdarah dan menularkannya dari orang ke orang. Tapi ada juga kasus impor dan wabah impor di beberapa bagian dunia di mana penyakit tidak endemik.  

Baca juga : 9 Tanda Anda Mungkin Pernah Terkena Covid-19 tanpa Sadar

"Baru-baru ini kami melihat wabah di Big Island of Hawaii di mana seseorang, tidak dikenal, diyakini datang dengan demam berdarah, digigit nyamuk, dan kemudian Anda memiliki rantai penularan lokal di mana nyamuk itu kemudian menggigit orang lain, mereka terkena demam berdarah, dan lain sebagainya." jelas Dr. Tosh.

Ia menjelaskan bahwa dalam hal ini, DBD tidak endemik di Big Island, namun terjadi KLB (kejadian luar biasa) akibat penyakit impor yang selanjutnya ditularkan.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA