Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Jepang Memanfaatkan AI untuk Kurangi Sampah Makanan

Senin 01 Mar 2021 11:59 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Dwi Murdaningsih

Limbah makanan rumah tangga

Limbah makanan rumah tangga

Foto: Republika.co.id
Mengurangi sampah makanan mendorong keberlanjutan pangan di Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Perusahaan Jepang meningkatkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi canggih lainnya untuk mengurangi sampah makanan. Upaya ini pun mendorong keberlanjutan pangan di negara itu.

Data pemerintah menunjukan Jepang membuang lebih dari 6 juta ton limbah makanan. Jepang menghabiskan biaya ekonomi nomor 3 dunia sekitar 2 triliun yen setahun.

Baca Juga

Dengan limbah makanan per kapita tertinggi di Asia, pemerintah Jepang telah memberlakukan undang-undang baru untuk mengurangi separuh biaya tersebut dari level 2000 pada 2030.

Rantai toko swalayan Lawson Inc telah mulai menggunakan AI dari perusahaan Amerika Serikat (AS) DataRobot. Keterlibatan teknologi ini akan memperkirakan berapa banyak produk di rak, dari onigiri sampai sandwich telur dan tuna, mungkin tidak terjual atau kurang diminati pembeli.

Lawson bertujuan untuk menurunkan kelebihan stok hingga 30 persen di tempat-tempat DataRobot telah diluncurkan. Upaya ini mendorong rencana mengurangi limbah makanan di semua tokonya pada 2030 dibandingkan dengan 2018. Pembuangan limbah makanan adalah biaya terbesar bagi pemilik waralaba Lawson setelah biaya tenaga kerja.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA