Senin 01 Mar 2021 09:09 WIB

BMH Tebar 10 Ribu Bibit Ikan di Tambak Pemberdayaan

Tambak itu kolaborasi YBM PLN, Pesantren Hidayatullah Kendal dan BMH.

BMH menebar 10 ribu bibit ikan bandeng dan nila yang disebar di lahan tambak yang dikelola Pesantren Hidayatullah Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (27/2).
Foto: Dok BMH
BMH menebar 10 ribu bibit ikan bandeng dan nila yang disebar di lahan tambak yang dikelola Pesantren Hidayatullah Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (27/2).

REPUBLIKA.CO.ID, KENDAL -- Program keumatan terus digelorakan oleh BMH, termasuk di bidang pemberdayaan secara ekonomi. Seperti yang dilakukan oleh BMH Perwakilan Jawa Tengah Gerai Kendal.

"Awal tahun ini, BMH melakukan tebar benih 10 ribu ikan bandeng dan nila yang disebar di lahan tambak yang dikelola Pesantren Hidayatullah Kendal. Harapannya tambak ini kian menghasilkan, produktif, dan membawa keuntungan secara ekonomi dan sosial bagi pesantren," terang Koordinator BMH Gerai Kendal, Mufti, Sabtu (27/2).

Program pemberdayaan di tambak ini sudah berjalan selama empat tahun dan  terus dikuatkan keberadaannya guna mendukung ekonomi pesantren.

"Program pemberdayaan di tambak ini dapat digulirkan atas kolaborasi antara YBM PLN, Pondok Hidayatullah Kendal dan BMH," imbuh Mufti dalam rilis yang ditereima Republika.co.id.

Bahkan secara langsung, tambak ini menjadi penyelamat sebagian pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Terima  kasih BMH, Yayasan Al-Furqon dan YBM PLN atas pekerjaan ini. Banyak di antara tetangga saya yang sudah di-PHK oleh majikannya.  Mereka banyak yang sudah tidak bisa berpenghasilan tetap. Alhamdulillah saya selamat karena dapat bekerja di tambak ini," cerita Bapak Adi dengan penuh rasa syukur.

photo
Santri Pesantren Hidayatullah Kendal seskali dilibatkan dalam pengelolaan tambak ikan sebagai tambahan wawasan dan pengalaman dalam gerakan nyata ekonomi melalui tambak.  (Foto: Dok BMH)

Tambak yang berlokasi di Dusun Gubugsari, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal dalam kesehariannya memberdayakan lima  orang warga. 

"Lima orang inilah yang bertugas mengawasi dan menjalankan tambak dengan baik dengan sesekali melibatkan santri sebagai tambahan wawasan dan pengalaman di dalam gerakan nyata ekonomi melalui tambak," tutup Mufti.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement