Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

AS Kebut Kembalikan Imigran Anak

Ahad 28 Feb 2021 23:34 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Dwi Murdaningsih

Warga Haiti menyeberangi perbatasan menuju Amerika Serikat (AS) di Tijuana, Meksiko.

Warga Haiti menyeberangi perbatasan menuju Amerika Serikat (AS) di Tijuana, Meksiko.

Foto: AP Photo/Gregory Bull
Patroli Perbatasan AS menangkap 7.300 anak di bawah umur.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengambil langkah baru untuk mempercepat pembebasan imigran anak-anak tanpa pendamping kepada orang tua atau sponsor lain. Pemerintahan Joe Biden bergulat dengan semakin banyaknya migran di bawah umur yang tiba di perbatasan AS-Meksiko.

Biden awal bulan ini membalikkan kebijakan yang diberlakukan oleh mantan Presiden Republik Donald Trump  soal Imigran. Aturan baru memungkinkan otoritas AS untuk dengan cepat mengembalikan anak-anak migran yang ditangkap di perbatasan tanpa orang tua mereka. Kebijakan pengusiran masih berlaku bagi sebagian besar migran, termasuk keluarga dan pencari suaka individu.

Pada Januari, Patroli Perbatasan AS menangkap 7.300 anak di bawah umur tanpa pendamping yang melintasi perbatasan secara ilegal. Angka itu adalah jumlah penangkapan tertinggi di Januari setidaknya dalam satu dekade dan naik dari 4.500 pada bulan sebelumnya.

Anak-anak yang ditangkap di perbatasan sekarang tunduk pada proses yang diuraikan dalam hukum dan standar AS sebelum perintah Trump. Mereka ditahan sebentar di dalam pengawasan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP), kemudian dipindahkan ke tempat penampungan pemerintah sebelum dilepaskan ke orang tua mereka atau orang dewasa lainnya di AS.

Setelah proses itu selesai, anak-anak dapat mengajukan klaim suaka atau perlindungan lainnya di pengadilan imigrasi. Beberapa bisa melakukannya dengan bantuan pengacara atau sponsor.

Pemerintah Biden pekan ini juga menarik proposal pemerintah Trump yang dinilai akan menahan anak-anak dalam tahanan pemerintah untuk jangka waktu yang lebih lama. Namun, langkah pemerintahan Biden untuk mempercepat pembebasan terjadi ketika dia menghadapi kritik dari sesama Demokrat karena membuka kembali tempat penampungan darurat yang digunakan untuk menampung anak-anak selama pemerintahan Trump.

"Ini tidak baik, tidak pernah baik-baik saja, tidak akan pernah baik-baik saja - tidak peduli pemerintahan atau partai," Perwakilan Demokrat dari New York, Alexandria Ocasio-Cortez.

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HSS) membuka kembali tempat penampungan darurat di Texas dan mempertimbangkan untuk membuka kembali fasilitas kontroversial di Florida.

HSS mengurangi ruang tempat tidur yang tersedia untuk anak-anak tanpa pendamping sebesar 40 persen untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sekarang fasilitas itu hanya memiliki sekitar 7.700 tempat tidur yang tersedia, termasuk di fasilitas darurat dan 7.100 anak-anak dalam tahanan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA