Ahad 28 Feb 2021 02:09 WIB

Menpora Berharap Cabor Serius Didik Atlet Usia Dini

Ini sebagai upaya menyiapkan para atlet berprestasi dalam menghadapi Olimpiade 2032.

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Endro Yuwanto
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali.
Foto: istimewa
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali, meminta agar pola pembinaan dan pembibitan atlet di berbagai cabang olahraga dilakukan sejak usia dini. Ini dilakukan sebagai target jangka panjang untuk regenerasi demi mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

Hal tersebut disampaikan Menpora Amali dalam sambutannya saat membuka ecara resmi Musyawarah Nasional Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (Munas PB PRSI) yang digelar secara virtual, Sabtu (27/2).

"Pembinaan junior harus lebih diutamakan karena selama ini hampir di semua cabang olahraga konsentrasi selalu terpusat pada pembinaan yang sudah senior. Karena target jangka panjang sekarang ini pola pembinaan harus dirombak, sejak usia dini dan itu sudah kita masukkan di dalam perencanaan desain besar," kata Menpora dalam keterangan persnya, Sabtu (27/2).

Menurut Menpora, langkah itu dilakukan sebagai upaya menyiapkan para atlet berprestasi dalam menghadapi Olimpiade 2032 mendatang. Indonesia diharapkan menjadi tuan rumah event olahraga tingkat dunia tersebut.

"Mohon dukungan dan doanya kami berusaha untuk bidding menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Kaitan dengan itu Kemenpora dan stakeholder sudah memetakan cabang-cabang olah raga mana saja yang bisa kami unggulkan untuk kami persiapkan sejak dari sekarang sampai dengan 10 tahun ke depan yang bisa menghasilkan prestasi buat Indonesia," jelas Menpora.

Zainudin menyontohkan cabor renang termasuk salah satu olah raga unggulan yang masuk dalam perencanaan untuk jangka panjang dan ditargetkan prestasi pada kejuaraan-kejuaraan dunia terutama pada Olimpiade 2032 nanti.  "PRSI yang membina cabang akuatik saya kira harus memberikan perhatian yang lebih terhadap nomor dari cabor-cabor yang kami unggulkan itu," ucapnya.

Zainudin menjamin dalam waktu dekat dirinya akan menemui Presiden RI Joko Widodo untuk melaporkan rencana-rencana dan masterplan yang akan dilakukan dalam menyiapkan atlet-atlet sehingga bisa meraih prestasi dan juara pada olimpiade.

"Beberapa hari ke depan saya akan lapor kepada Bapak Presiden mudah-mudahan akan segera ditetapkan grand design dan juga akan segera ditetapkan master induk atau master plan kita untuk menuju prestasi menuju Olimpiade 2032," jelas Zainudin. "Sementara dalam hitung-hitungan kami dengan para akademisi, para ahli, dan lain sebagainya, kami targetkan minimal berada di 10 besar."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement