Nurdin Abdullah Ditangkap, Ini Tanggapan Djusman AR

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Andi Nur Aminah

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (mengenakan topi biru) dikawal petugas saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (27/2). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dan lima orang lainnya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait dugaan tindak pidana korupsi.Prayogi/Republika.
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (mengenakan topi biru) dikawal petugas saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (27/2). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dan lima orang lainnya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait dugaan tindak pidana korupsi.Prayogi/Republika. | Foto: Prayogi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelapor penangkapan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Djusman AR mengatakan tindakan yang dilakukan KPK patut diapresiasi. “Kita sangat mendukung kerja KPK yang berkaitan tindak lanjut atas pelaporan masyarakat. Ini dibuktikan dengan cepat dan seharusnya diberikan jempol,” kata Djusman kepada Republika.co.id, Sabtu (27/2).

Djusman yang dikenal sebagai Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi dan Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar itu juga berharap tindakan cepat KPK dapat memotivasi masyarakat untuk lebih optimistis dalam menggunakan haknya. Hak yang dimaksud di sini yakni berperan dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. Terkait pihak-pihak yang terlibat selain Nurdin dan lima pejabatnya, Djusman masih belum mengetahui lebih lanjut.

“Untuk itu, saya tidak mempunyai kompetensi berbicara. Itu sudah ranah kewenangan KPK. Namun, harapan kami kepada KPK tentu berdasarkan penyidikannya terhadap yang ditangkap,” ujar dia.

Baca Juga

Yang jelas, dari penyidikan KPK dapat terungkap siapa saja yang terlibat. Terlebih kasus ini berkaitan dengan proyek Makassar New Port. “Karena kalau bicara korupsi itu selalu tidak berdiri tunggal, pasti banyak yang terlibat,” ucap dia.

Beberapa waktu lalu, Djusman melaporkan Nurdin Abdullah terkait proyek Makassar New Port berdasarkan data-data infrastruktur, pelabuhan, dan jalan. Sejak awal dilaporkan, dia sudah tahu perkembangan dari laporannya. Namun, Djusman tidak bisa menjelaskan rincian data laporannya. 

“Saya tidak dibolehkan secara etik untuk bicara substansi materi perkara pelaporan. Biarkan penyidik yang menentukan,” kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Foto Suasana Rumah Jabatan Gubernur Sulsel Pasca OTT KPK

Nurdin Abdullah: Saya Tidur Dijemput

KPK Tangkap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Penangkapan Nurdin Pengaruhi Peluang Politiknya di 2023

Jubir: Nurdin Abdullah Dijemput KPK Saat Beristirahat

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark