Sabtu 27 Feb 2021 21:26 WIB

Usai Restui Serangan Udara ke Suriah, Biden Ancam Iran

Amerika Serikat lancarkan serangan udara ke Suriah atas izin Biden

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nashih Nashrullah
 Presiden Amerika Serikat Joe Biden peringatkan Iran dalam keterlibatannya di Suriah
Foto: AP/Evan Vucci
Presiden Amerika Serikat Joe Biden peringatkan Iran dalam keterlibatannya di Suriah

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON –  Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengatakan Iran tidak dapat bertindak dengan impunitas atau tanpa hukuman. 

Biden juga memperingatkan Iran untuk berhati-hati. Hal ini dia sampaikan ketika ditanya pesan apa yang dia kirimkan kepada negara tersebut dengan serangan udara Amerika Serikat di Suriah. "Anda tidak dapat bertindak dengan impunitas. Hati-hati," kata Biden dilansir di Reuters, Sabtu (27/2). 

Baca Juga

Amerika Serikat melakukan serangan udara yang diizinkan Biden terhadap fasilitas milik milisi yang didukung Iran di Suriah timur pada hari Kamis (25/2), sebagai tanggapan atas serangan roket terhadap target Amerika Serikat di Irak.

Menurut pejabat Amerika Serikat, beberapa gerilyawan tewas dalam serangan itu. Serangan yang menandai tindakan pertama militer Amerika Serikat di bawah Presiden Joe Biden, dengan cepat menuai kritik dari anggota parlemen Demokrat.  

Situs itu tidak secara khusus terkait dengan serangan roket, tetapi Menteri Pertahanan Lloyd Austin mengatakan dia yakin itu digunakan oleh milisi Syiah yang didukung Iran yang menargetkan Amerika Serikat dan pasukan koalisi di Irak dengan serangan roket.  

Juru bicara Pentagon, John Kirby, mengatakan serangan itu terjadi atas arahan Presiden Biden. Pentagon diberi wewenang tidak hanya untuk menanggapi serangan baru-baru ini terhadap pasukan Amerika dan koalisi, tetapi juga untuk menangani ancaman berkelanjutan terhadap personel tersebut. 

"Secara khusus, serangan itu menghancurkan beberapa fasilitas yang terletak di titik kontrol perbatasan yang digunaka sejumlah kelompok militan yang didukung Iran, termasuk Kata'ib Hizbullah dan Kata'ib Sayyid al Shuhada," kata Kirby, diĺansir di CNN. 

Menurutnya, operasi tersebut mengirimkan pesan yang tidak ambigu, yakni Presiden Biden akan bertindak untuk melindungi personel koalisi Amerika.  

"Pada saat yang sama, kami telah bertindak dengan cara yang disengaja yang bertujuan untuk menurunkan keseluruhan situasi di Suriah Timur dan Irak." ujar Kirby. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement