Jumat 26 Feb 2021 19:49 WIB

Banjir Kembali Rendam Ribuan Rumah Warga di Cirebon

Ada 1.940 kepala keluarga (KK) atau 4.820 jiwa yang terdampak banjir di dua desa.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Agus Yulianto
Warga melintasi genangan banjir, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Foto: Antara/Dedhez Anggara
Warga melintasi genangan banjir, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Banjir kembali merendam dua desa di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Jumat (26/2). Banjir merendam ribuan rumah warga dan memaksa warga untuk mengungsi.

Adapun kedua desa yang terendam banjir itu adalah Desa Gunungsari dan Mekarsari. Kedua desa itu juga sebelumnya dilanda banjir pada 19 Februari 2021.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan, menyebutkan, berdasarkan data sementara hingga sore ini, banjir di kedua desa itu telah merendam 1.300 rumah warga. Yakni, di Desa Gunungsari sebanyak 700 rumah dan Desa Mekarsari mencapai 600 rumah.

"Ada 1.940 kepala keluarga (KK) atau 4.820 jiwa yang terdampak banjir di kedua desa itu,’’ kata Alex, Jumat (26/2).

Dari jumlah warga yang terdampak, lanjut Alex, ada 220 warga yang terpaksa harus mengungsi. Mereka sebagian besar adalah wanita, anak-anak dan lansia.

Selain merendam rumah dan membuat ribuan warga terdampak, banjir juga menggenangi berbagai fasilitas umum di kedua desa tersebut. Yakni terdiri dari masjid, mushola, madrasah, bangunan SMP maupun PAUD.

Selain bencana banjir yang melanda kedua desa, adapula tanggul sungai yang jebol di Desa Beringin, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jumat (26/2). Peristiwa itu disebabkan abrasi dan derasnya aliran Sungai Cimanis dan saluran irigasi di desa setempat.

Panjang tanggul yang jebol mencapai sekitar 50 meter dan lebar lima meter. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai dampak dari tanggul jebol itu. "Untuk korban jiwa nihil," ujar Alex.

Alex mengatakan, tim BPBD telah melakukan assasement dan berkoordinasi dengan aparat desa setempat. Pihaknya juga memberikan karung untuk pembuatan tanggul darurat. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement