Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Disertasi: Said Nursi Kembangkan Psikologi Pendidikan Islam

Rabu 24 Feb 2021 22:48 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Said Nursi turut membangun kontruksi psikologi pendidikan Islam.  Badiuzaman said Nursi

Said Nursi turut membangun kontruksi psikologi pendidikan Islam. Badiuzaman said Nursi

Foto: hizmetnews
Said Nursi turut membangun kontruksi psikologi pendidikan Islam

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Pemikiran Said Nursi salah satu tokoh pemikir dan pembaru dari Turki yang muncul sebagai tokoh sufisme sang penyelamat iman dan Islam pada abad ke 19, memiliki kontribusi akademik terutama dalam pengembangan keilmuan psikologi pendidikan Islam (PPI). 

Menurut Said Nursi, dalam diri manusia terdiri dari beberapa kodrat yaitu kodrat rabbani, rohani, jasmani, dan nafsani. Keempat kodrat tersebut berdampak pada hirarki pemenuhan kebutuhan hingga menuju kebutuhan puncak yang bersifat spiritual.  

Hal ini merupakan temuan Abdul Gaffar, mahasiswa doktoral Program Studi Doktor Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dalam disertasinya yang berjudul "Aktualisasi Diri menurut Bediuzaaman Said Nursi (1877-1960) dalam Risalah Al-Nur.  

Baca Juga

Menurut dia, sisi keunikan Said Nursi dibandingkan dengan tokoh yang lain adalah memadukan berpikir rasional dan spiritual dengan berpijak pada epistemologi ana (aku). "Dalam memahami diri dalam bentuk ke-aku-an pada manusia, menurut Said Nursi melalui makna ismi dan makna harfi,” ucap salah satu Alumni Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan ini.

Lebih lanjut, Gaffar menambahkan bahwa dalam aktulisasi manusia diwujudkan pada peran-peran dalam kehidupan di antaranya peran sebagai khalifah, hamba, sebagai pribadi, sebagai anggota keluarga, sebagai warga negara.

"Secara emosional, pemikiran Said Nursi terutama pada aspek pengembangan diri dalam kehidupan sangat dekat dengan tipikal warga Indonesia apalagi akhir-akhir ini memang memerlukan revolusi spiritual,” katanya.

Abdul Gaffar mampu mempertahankan temuan-temuan akademis tersebut di depan para penguji. Dia pun berterimakasih kepada teman-temannya di Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat di Madura yang selama ini telah memberikan dukungan.

"Alhamdulillah dengan segala kerendahan hati, capaian ini sudah terlewati dengan mengucap puji syukur kepada Allah. Tentu saya sangat berterimakasih kepada civitas akademika IAI Al-Khairat dan kolega tidak henti-hentinya memberi support agar segera diselesaika,” tutupnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA