Saturday, 17 Rabiul Awwal 1443 / 23 October 2021

Saturday, 17 Rabiul Awwal 1443 / 23 October 2021

Kaitan Sejarah Islam dan Tingginya Populasi Kucing di Maroko

Rabu 24 Feb 2021 17:33 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Nashih Nashrullah

Tingginya populasi kucing di Maroko erat kaitannya dengan Sejarah Islam. Kucing (Ilustrasi)

Tingginya populasi kucing di Maroko erat kaitannya dengan Sejarah Islam. Kucing (Ilustrasi)

Foto: Pixabay
Tingginya populasi kucing di Maroko erat kaitannya dengan Sejarah Islam

REPUBLIKA.CO.ID, MAROKO—Austin Bodetti, penulis berbasis di Maroko yang fokus di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara. Dia telah mewawancarai militan al-Qaeda di sumenanjung Arab dan Taliban, dan mengirimnya ke beberapa media, seperti USA Today, Vice, dan Wired. Dia juga menegaskan bahwa artikel yang diunggahnya adalah murni berasal dari pendapat, analisis, dan informasi yang dia pribadi miliki. 

Austin mengungkapkan alasannya kembali ke Maroko pada Desember 2020 adalah untuk mengejar beasiswa dan mengambil kelas bahasa Arab. Namun alasan lain yang membuatnya memutuskan kembali ke Maroko adalah karena kucing-kucingnya. 

Baca Juga

Di Maroko, kucing merupakan hewan yang sangat mudah ditemukan dimanapun, di jalan, depan pertokoan, pusat perbelanjaan, atau tempat publik lainnya. Austin mengaku memiliki pengalaman yang cukup menarik dengan kucing Maroko, bahkan ‘berteman’ dengan beberapa kucing di restoran Prancis langganannya di Rabat. 

“Selama perjalanan pertama saya ke Maroko sebagai Sarjana Fulbright di musim panas 2019, seorang Komisi Amerika untuk Pertukaran Pendidikan dan Budaya memberi tahu saya dan anggota lain dari kelompok saya tentang keberadaan kucing yang tersebar di setiap sudut kota,” tulisnya yang dikutip di Inside Arabia, Rabu (24/2).

Sebagai pencinta kucing, namun terlalu malas untuk mengadopsi kucing sendiri, Austin merasa seperti telah menemukan surga di Maroko. Ketika pandemi mengakibatkan pembatalan Program Mahasiswa AS Fulbright, seperti mahasiswa lainnya, Austin kembali ke kampung halamannya di Amerika Serikat.

Namun karena kegemarannya pada kucing, penulis lepas di beberapa media ini sempat melakukan riset untuk menemukan alasan di balik banyaknya populasi kucing di Maroko. Jawabannya berkaitan dengan campuran budaya dan agama. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA