Saturday, 29 Rabiul Akhir 1443 / 04 December 2021

Saturday, 29 Rabiul Akhir 1443 / 04 December 2021

UNHCR Desak Selamatkan Pengungsi Rohingya

Senin 22 Feb 2021 19:15 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

 Pengungsi Rohingya menunggu di kapal angkatan laut untuk diangkut ke pulau terpencil di Teluk Benggala, di Chittagong, Bangladesh, Selasa, 29 Desember 2020.

Pengungsi Rohingya menunggu di kapal angkatan laut untuk diangkut ke pulau terpencil di Teluk Benggala, di Chittagong, Bangladesh, Selasa, 29 Desember 2020.

Foto: AP/Mahmud Hossain Opu
Pengungsi Rohingya harus menghadapi kondisi tanpa makanan atau air

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) menyerukan penyelamatan segera untuk sekelompok pengungsi Rohingya yang terapung-apung di kapal di Laut Andaman, Senin (22/2). Mereka harus menghadapi kondisi tanpa makanan atau air dan banyak di antaranya sakit dan menderita dehidrasi ekstrem.

"Dengan tidak adanya informasi yang tepat mengenai lokasi pengungsi, kami telah memberi tahu pihak berwenang negara-negara maritim yang relevan tentang laporan ini dan meminta bantuan cepat mereka," kata UNHCR dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga

Badan tersebut mengatakan, telah mendapatkan laporan beberapa penumpang telah meninggal. Jumlah kematian meningkat selama akhir pekan di atas kapal yang dikatakan telah meninggalkan distrik pesisir Cox's Bazar di Bangladesh sekitar 10 hari yang lalu dan mengalami kerusakan mesin.

"Tindakan segera diperlukan untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah tragedi lebih lanjut," kata UNHCR menawarkan untuk mendukung pemerintah dengan memberikan bantuan kemanusiaan dan tindakan karantina kepada mereka yang diselamatkan.

Seorang pejabat senior Penjaga Pantai India mengatakan bahwa kapal tersebut telah dilacak dan dilaporkan aman. Hanya saja, mereka belum mengetahui kondisi penumpang di atas kapal.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA