Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tingkat Kepercayaan Vaksin dan Problem Politik Sisa Pilpres

Senin 22 Feb 2021 12:29 WIB

Red: Andri Saubani

 Tabung vaksin Covid-19 di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/1). Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan menggelar vaksinasi tahap kedua untuk pedagang pasar Tanah Abang dengan target 1.500 orang pedagang pada hari ini. Republika/Thoudy Badai

Tabung vaksin Covid-19 di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/1). Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan menggelar vaksinasi tahap kedua untuk pedagang pasar Tanah Abang dengan target 1.500 orang pedagang pada hari ini. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Masalah tingkat kepercayaan masyarakat atas vasin juga meliputi persoalan politik.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Fauziah Mursid, Sapto Andika Candra
 
Masalah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap vaksin Covid-19 tidak sekadar soal teknis kesehatan. Hal itu diketahui berdasarkan hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia.

"Ini temuan ya, artinya problem (kepercayaan) tentang vaksin itu bukan hanya semata-mata problem teknis kesehatan tapi juga problem politik, psikologi, atau sosial ekonomi," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi dalam rilis Survei Indikator yang disiarkan secara daring Ahad (21/2).

Burhanuddin menjelaskan, dari survei terhadap 1.200 responden pada 1-3 Februari, sekitar 53,5 persen percaya vaksin dapat mencegah Covid-19. Sementara, ada 30,3 persen yang menyatakan tidak percaya dan sisanya tidak menjawab.

Berdasarkan sebaran wilayah, orang yang percaya dengan vaksin lebih banyak di perkotaan, yakni sebesar 56,8 persen dibandingkan pedesaan 50,3 persen.

Sementara, berdasarkan agama, survei Indikator menemukan orang non-Muslim lebih percaya efektivitas vaksin dengan persentase 78,5 persen. Sedangkan, orang beragama Islam sebesar 50 persen dengan tingkat ketidakpercayaan sebesar 33 persen.

"Orang non-Muslim lebih percaya efektivitas vaksin ketimbang orang Islam, artinya segmennya harus, ini kita harus targetkan lagi buat sosialiasi vaksin," kata Burhanudin.



Ia melanjutkan, orang dengan pendidikan menengah ke bawah juga kepercayaan terhadap vaksin lebih sedikit dibandingkan orang dengan tingkat pendidikan lebih tinggi. Burhanudin menilai, tingkat kekhawatiran kalangan pendidikan menengah ke bawah terhadap Covid-19 membuat tidak begitu yakin terhadap efektivitas vaksin.

Baca juga : Pahala Sholat Berjamaah di Rumah Sama dengan di Masjid?

Selanjutnya, persentase berdasarkan basis hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) menunjukkan jika masyarakat yang mendukung Prabowo Subianto pada 2019 cenderung tidak percaya efektivitas vaksin, yakni sebesar 39,7 persen. Jumlah ini jauh dibandingkan masyarakat yang mendukung Joko Widodo pada Pilpres 2019 lalu dengan tingkat kepercayaan 59,5 persen dan tidak percaya 24,8 persen.

"Saran saya ke pemerintah yang divaksin yang di-blow up jangan hanya Pak Jokowi, tapi juga Pak Prabowo dan Mas Sandi, Pak Anies, misalnya, ramai-ramai divaksin," kata Burhanudin.

Burhanudin mengatakan, dengan tingkat kepercayaan yang masih cukup rendah ini juga menjadi salah satu masalah dalam program vaksinasi nasional pemerintah. Apalagi, dengan target mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity sebesar 70 persen dari populasi penduduk atau 182 juta orang.

Baca Juga

"Survei kami pakai analisis bivariate dan multivariate. Kami cukup yakin temuan ini. Kami berharap, pemerintah dan pemda dan DPR punya antisipasi dan mitigasi dalam vaksin," kata Burhanudin.

Survei Indikator Politik Indonesia dilaksanakan pada 1-3 Februari dengan menggunakan sampel sebanyak 1.200 responden yang dipilih secara acak. Pemilihan acak responden dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020.

Survei menggunakan metode simple random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) sekitar ±2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen yang sampelnya berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

In Picture: Vaksin Covid-19 bagi Warga Lansia di RSUD Tanjung Priok

photo
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksinasi COVID-19 pada warga lanjut usia (lansia) di RSUD Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (20/2). - (Antara Foto/M Risyal Hidayar)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA