Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Kemenhub Berencana Beli Satu Pesawat N219

Sabtu 20 Feb 2021 06:05 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Dwi Murdaningsih

Pesawat N219, di Hanggar PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Bandung.

Pesawat N219, di Hanggar PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Bandung.

Foto: Republika/Edi Yusuf
Pesawat N219 cocok untuk dioperasikan di wilayah 3TP seperti di Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PT DI sudah membuat pesawat N325, N212, dan yang paling terbaru N219. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana membeli pesawat N219 yang cocok untuk dioperasikan di wilayah 3TP seperti di Papua.

“Di Papua, sekitar 50 persennya adalah penerbangan perintis yang landasannya tidak lebih dari 800 meter yang bisa memanfaatkan pesawat seperti N219. Insya Allah, tahun depan kami sudah bisa beli satu pesawat N219 untuk kegiatan kalibrasi atau perintis,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menyambangi kantor PT DI, Jumat (19/2).

Budi mengungkapkan sangat bangga dengan PT DI yang secara konsisten terus membangun meski masih masa pandemi Covid-19. Dia menuturkan, PT DI memiliki sumber daya manuaia (SDM) dengan keterampilan yang baik.

Untuk itu, Budi meminta SDM PT DI harus terus berkarya untuk menciptakan peluang-peluang agar semakin maju. "Salah satu peluang tersebut yaitu mengembangkan sea plane (pesawat amphibi), karena Indonesia sebagai negara kepulauan sangat membutuhkan sea plane, baik untuk pergerakan manusia, barang, maupun sebagai daya tarik wisata," ungkap Budi.

Budi juga mendorong penggunaan produk dalam negeri pada sektor penerbangan yaitu dengan meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada proyek-proyek di sektor transportasi. Dia juga mendorong industri penerbangan nasional serta pelaku usaha dalam negeri, mendukung karya anak bangsa seperti pesawat N219 untuk digunakan sebagai pesawat komersial perintis maupun kegiatan lainnya.

“Sebagaimana arahan bapak presiden, kita harus mendukung produk-produk dalam negeri untuk berkembang," tutur Budi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA