Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Parlemen Turki Khawatir Rasisme Eropa Jadi Islamofobia

Kamis 18 Feb 2021 20:29 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Sekelompok wanita berunjuk rasa di Prancis menuntut dihentikannya Islamofobia. Sekjen PBB Antonio Guterres menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya Islamofobia. Ilustrasi.

Sekelompok wanita berunjuk rasa di Prancis menuntut dihentikannya Islamofobia. Sekjen PBB Antonio Guterres menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya Islamofobia. Ilustrasi.

Foto: Christophe Petit/EPA
Negara-negara Eropa dinilai sulit melihat Islamofobia sebagai bentuk diskriminasi.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Parlemen Turki akan membentuk sub komite untuk menyelidiki meningkatnya tingkat rasisme dan Islamofobia di negara-negara Eropa. Hal itu dikatakan oleh kepala Komite Hak Asasi Manusia Turki Hakan Cavusoglu dalam sebuah pernyataan, Rabu (18/2) waktu setempat

"Rasisme di Eropa secara budaya berubah menjadi Islamofobia, yang mengekspresikan ketakutan dan kebencian terhadap Islam dan Muslim," kata Hakan dikutip laman Daily Sabah, Kamis.

Baca Juga

Menurutnya, Dewan Eropa, Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) dan Uni Eropa belum dapat membentuk posisi yang jelas tentang anti-Islamisme. Dia mengatakan, negara-negara Eropa sulit melihat Islamofobia sebagai bentuk diskriminasi.

Oleh karenanya, parlemen Turki memiliki inisiatif untuk membentuk sub komite yang memuat masalah-masalah terkait Islamofobia. "Sub-komite akan melakukan pemeriksaan di tempat di negara-negara Eropa tentang masalah itu. Ini akan mengadakan pembicaraan dengan lembaga dan organisasi internasional tentang masalah ini," ujarnya menambahkan.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA