Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Wapres Dukung Rehabilitasi Sosial Bagi Tunawisma

Kamis 18 Feb 2021 11:06 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani

Wakil Presiden Ma

Wakil Presiden Ma

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Program ATENSI dapat jadi salah satu program strategis untuk mengentaskan kemiskinan

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI--Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin mendukung program Sentra Kreasi Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang dijalankan Kementerian Sosial RI. Wapres menilai, Sentra Kreasi ATENSI bagian upaya terpadu dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara termasuk warga negara marjinal/terlantar.

Sentra Kreasi ATENSI merupakan pusat pengembangan kewirausahaan dan vokasional serta media promosi hasil karya penerima manfaat seperti eks gelandangan, pengemis, pemulung, anak terlantar, korban PHK dan lainnya

"Saya mengapresiasi berbagai pendekatan yang dilakukan dalam upaya rehabilitasi sosial yang di inisiasi Kementerian Sosial dengan mewujudkan Sentra Kreasi ATENSI bagi eks pemulung dan tuna wisma," kata Ma'ruf saat meresmikan Sentra Kreasi Atensi di Balai Karya Pangudi Luhur, Bekasi milik Kementerian Sosial RI, Kamis (18/2).

Wapres mengatakan, negara mempunyai tanggung jawab atas penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 yang berdampak ke semua sektor mulai kesehatan, sosial ekonomi dan bidang kehidupan lainnya.

Meskipun Pemerintah, menggulirkan beberapa bantuan jaminan sosial, namun ketiadaan akses administrasi kependudukan mengakibatkan eks pemulung dan tuna wisma kesulitan mendapatkan berbagai bantuan dan jaminan sosial dari pemerintah tersebut. Karena itu, Wapres berharap program ATENSI untuk tuna sosial dapat menjadi salah satu program strategis untuk mengentaskan kemiskinan kelompok masyarakat termiskin dan termarjinal.

"Program ATENSI dapat menjadi salah satu program strategis untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem yang termiskin dan termarjinal dari layanan sosial dasar, akibat kesulitan akses administrasi kependudukan," ungkapnya.

Sebab, di dalamnya mencakup kegiatan pemberdayaan mulai dari kuliner, pertanian hidroponik, peternakan ayam petelur, kerajinan tangan dan daur ulang sampah non organik menjadi barang bermanfaat bagi masyarakat, serta pemberdayaan jasa layanan refleksi, salon kecantikan dan konveksi.

Apalagi, Ma'ruf mendapat laporan jika program serupa dilaksanakan di lima kabupaten/kota lainnya dengan target penerima manfaat sebanyak 9.000 orang.

"Saya yakin Program ATENSI bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya mereka yang terdampak Covid-19 secara sosial dan ekonomi dan umumnya untuk warga masyarakat yang termarjinal/ terlantar secara berkelanjutan," katanya.

Tak hanya itu, Wapres mengapresiasi pemberian kesempatan kerja bagi eks pemulung dan tuna wisma di perusahaan-perusahaan BUMN. Wapres berharap program penempatan kerja ini selayaknya dapat menjadi contoh dan diikuti oleh tidak hanya perusahaan swasta, tetapi juga oleh BUMN-BUMN lainnya.

Dalam kesempatan itu, Ma'ruf Amin mengunjungi beberapa Sentra Kreasi ATENSI sebelum meninjau rencana pembangunan rusunawa bagi eks pemulung dan tuna wisma.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA